Garudapost.id-Geser/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menunjukkan sinergitas lintas instansi sekaligus merawat warisan kearifan lokal. Hal ini dibuktikan melalui partisipasi aktif jajaran Lapas Geser dalam kemeriahan Lomba Tradisional Bale Papeda yang diselenggarakan oleh Koramil 1502-04/Geser. Kegiatan yang sarat akan nilai budaya ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026 di halaman Makoramil 1502-04 Geser, Senin (5/10).
Rangkaian acara diawali dengan prosesi pemotongan kue HUT ke-81 TNI oleh Camat Seram Timur, S. Awat Alhamid. Prosesi khidmat ini disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Geser Nober Hasanda, Danramil 1502-04 Geser Kapten Inf. Iksan Pattimura, serta Kapolsek Geser Iptu Jufrin Djaena. Kehadiran para pimpinan ini merefleksikan soliditas dan keharmonisan hubungan kerja di antara Aparat Penegak Hukum (APH), instansi pemerintahan, stakeholder, serta masyarakat yang memadati lokasi acara.
Lomba Bale Papeda bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sebuah representasi identitas kuliner khas Maluku. Perlombaan ini menguji keahlian, ketangkasan, dan kesabaran para peserta dalam mengolah serta memindahkan papeda (makanan pokok tradisional berbahan dasar sagu) menggunakan sepasang sumpit bambu khusus yang disebut gata-gata. Dalam lomba ini, peserta ditantang untuk memutar (bale) adonan papeda dari wadah khusus (sempadah), lalu berjalan di jalur lomba sambil menjaga papeda tetap utuh pada gata-gata tanpa terputus atau terjatuh hingga mencapai sempadah tujuan.
Dalam ajang penuh filosofi gotong royong ini, Lapas Geser mengutus Saripa Laisouw, salah satu peserta magang di Lapas Geser, sebagai representasi generasi muda yang siap melestarikan tradisi.
Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif strategis Koramil 1502-04 Geser yang mengemas peringatan hari besar nasional dengan mengangkat nilai kebudayaan lokal.
“Kehadiran kami bukan sekadar untuk menyemarakkan lomba, tetapi merupakan manifestasi dari sinergitas yang solid antara Lapas Geser, TNI, Polri, dan Pemerintah Kecamatan Seram Timur. Lomba Bale Papeda ini menjadi media yang sangat efektif untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menjadi wadah krusial dalam merawat identitas budaya kuliner khas Maluku agar terus dilestarikan,” ujar Nober Hasanda.
Nober juga menambahkan bahwa keterlibatan peserta magang merupakan bagian dari pembinaan eksternal untuk melatih kepedulian sosial dan budaya. “Sinergi ini harus terus dijaga demi memperkuat keharmonisan dan memberikan kontribusi positif bagi kondusivitas kamtibmas di wilayah Geser,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Danramil Geser, Kapten Inf. Iksan Pattimura, memberikan pujian atas antusiasme jajaran Lapas Geser. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh komponen Forkopimcam dan masyarakat. “TNI kuat bersama rakyat dan instansi terkait. Lomba tradisional Bale Papeda ini sengaja dipelihara untuk memupuk rasa kekeluargaan yang kokoh di antara APH, Pemerintah Daerah, dan warga Geser,” tegas Kapten Inf. Iksan Pattimura.
Dari sudut pandang keamanan, Kapolsek Geser, Iptu Jufrin Djaena, menilai keharmonisan ini berdampak positif bagi wilayah. “Sinergitas lintas sektor berbasis budaya seperti ini sangat luar biasa. Tidak hanya menciptakan suasana yang aman dan kondusif, tetapi juga makin mempererat tali persaudaraan antar-lembaga,” tutur Iptu Jufrin Djaena.
Dukungan penuh juga mengalir dari Camat Seram Timur, S. Awat Alhamid. Beliau mengapresiasi kehadiran instansi vertikal seperti Lapas Geser. “Ini membuktikan kita memiliki visi dan komitmen yang sama dalam membangun Seram Timur dengan semangat gotong royong,” ungkap S. Awat Alhamid.
Sebagai representasi dari Lapas Geser, Saripa Laisouw, salah satu peserta magang, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari momen sinergis ini. “Selain mengasah ketangkasan dalam melestarikan tradisi nenek moyang, momen ini memberi kesempatan berharga bagi saya untuk berinteraksi langsung dan mempererat kebersamaan dengan seluruh jajaran instansi dan masyarakat Geser,” pungkas Saripa.



















