WAMENA, Garudapost.id—Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (DPC PMKRI) Santo Fransiskus Asisi Jayawijaya melalui Presidium Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) melakukan kunjungan aksi sosial pada Senin (5/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi serta kebutuhan fasilitas di lembaga panti asuhan. Dalam kunjungan itu, PMKRI menemukan sejumlah kebutuhan dasar yang dinilai perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.
Dalam keterangannya, Presidium GERMAS PMKRI Cabang Jayawijaya, Erius Elopere, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil kunjungan, terdapat 11 peserta atau anak binaan, terdiri atas lima laki-laki dan enam perempuan, serta didampingi dua pengasuh.
Menurutnya, terdapat sejumlah kekurangan fasilitas utama yang menjadi kebutuhan sehari-hari, terutama bahan makanan, perlengkapan tidur, serta fasilitas ruangan.
Beberapa kebutuhan yang ditemukan antara lain:
- Bahan makanan.
- Kasur dan selimut.
- Tempat tidur.
- Kain hordeng.
- Pintu kamar.
- Lemari.
- Lampu kamar dan ruang depan.
- Tempat tidur anggota atau peserta.
- Kaca kamar yang retak.
- Alas tidur.
- Tripleks.
Sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata, PMKRI Jayawijaya turut menyerahkan sejumlah bantuan kepada pihak panti.
Bantuan tersebut berupa:
1.Beras 1 sak.
2.Minyak goreng 1 buah.
3.Uang tunai Rp350.000
4.Sabun Rinso sebanyak 3 bungkus.
5.Dua buah buku dan satu pulpen.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari anak-anak dan pengasuh di panti asuhan.
Melalui kunjungan tersebut, PMKRI Jayawijaya juga mendorong Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan lembaga sosial, termasuk panti asuhan dan kelompok masyarakat yang membutuhkan pendampingan.
PMKRI menilai perhatian pemerintah perlu diwujudkan melalui langkah nyata, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar, fasilitas yang layak, serta dukungan berkelanjutan bagi anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga sosial.
“Kami mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk melihat kondisi di setiap perkumpulan atau lembaga sosial, terutama panti asuhan, anak jalanan dan kelompok lainnya yang membutuhkan perhatian,” kata Erius.
PMKRI Jayawijaya berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi bahan perhatian pemerintah untuk melakukan pendataan dan melihat secara langsung kebutuhan lembaga-lembaga sosial di wilayah Papua Pegunungan.
Bagi PMKRI, aksi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan pemberian bantuan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat dan menyampaikan kondisi kelompok yang membutuhkan perhatian kepada pemerintah.
(*)
Penulis : Julianus surabut
Editor : Admin
Sumber Berita: https//:Garudapost.id


















