Arus Peti Kemas PMT Catat 535.494 TEUs, Naik 4 Persen Hingga September 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Belawan | Garudapost.Id – Arus peti kemas yang ditangani PT Prima Multi Terminal (PMT) di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, mencapai 535.494 twenty-foot equivalent units (TEUs) hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sabtu (17/10) Pertumbuhan tersebut ditopang aktivitas distribusi domestik serta peningkatan ekspor komoditas dan produk hasil hilirisasi dari sejumlah kawasan industri di Sumatera.

Di tengah tantangan ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional, kinerja ini menunjukkan masih berlangsungnya aktivitas logistik di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan paling tinggi tercatat pada layanan peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung.

Hingga September 2026, volumenya mencapai 32.785 TEUs atau meningkat 255 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal tersebut mencapai 57.455 TEUs, tumbuh 12 persen secara tahunan.

Selain peti kemas, layanan barang nonpeti kemas di Terminal Kuala Tanjung juga mengalami peningkatan. Volume barang yang ditangani hingga September 2026 mencapai 867.821 ton, naik 122 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya distribusi komoditas curah dan kebutuhan industri dari kawasan hinterland Sumatera melalui pelabuhan.

Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan bahwa kinerja arus barang hingga September 2026 menjadi salah satu indikator aktivitas distribusi dan kebutuhan logistik di Sumatera.

“Pertumbuhan arus barang ini menunjukkan bahwa kebutuhan distribusi masih menjadi penopang penting bagi kegiatan kepelabuhanan. Kami melihat peluang untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sejalan dengan perkembangan aktivitas industri dan perdagangan di Sumatera,” ujar Rudi.

Meski demikian, industri kepelabuhanan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran rantai pasok global, hingga dinamika geopolitik. Kondisi tersebut dapat memengaruhi biaya logistik dan waktu pengiriman barang.

Karena itu, efisiensi operasional menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga daya saing pelabuhan sekaligus memastikan kelancaran arus barang.”tambahnya

Lanjut Rudi, “PMT mencatat rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan mencapai 85,18 persen. Sementara itu, rasio ET/BT di Terminal Kuala Tanjung tercatat 71,47 persen untuk layanan internasional dan 66,88 persen layanan domestik.

Untuk menjaga kinerja operasional, perusahaan melakukan optimalisasi melalui peningkatan utilisasi peralatan bongkar muat, penataan lapangan penumpukan, serta penguatan koordinasi dengan pengguna jasa dan antarterminal.

“Di sisi lain, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian perusahaan.PMT terus memperkuat penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan operasional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja. Langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan target nihil kecelakaan kerja.”kata Rudi

Keandalan layanan pelabuhan perlu berjalan seiring dengan efisiensi operasional agar dapat mendukung kebutuhan pelaku usaha dalam mendistribusikan barang.

Pelabuhan merupakan bagian penting dari rantai pasok yang memengaruhi efisiensi industri.

Karena itu, keandalan dan efisiensi layanan perlu terus ditingkatkan agar distribusi barang berjalan lancar dan pelaku usaha dapat memperkuat daya saing produknya, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka.

Posisi geografis tersebut menjadikan keduanya memiliki peran strategis sebagai simpul logistik di wilayah barat Indonesia.

Ke depan, pengembangan layanan kepelabuhanan juga berkaitan dengan pertumbuhan kawasan industri dan keberlanjutan program hilirisasi di Sumatera.

Perkembangan kedua sektor tersebut diperkirakan turut meningkatkan kebutuhan terhadap layanan logistik dan kepelabuhanan di kawasan itu. “tutup, Rudi.

Facebook Comments Box

Penulis : Mapit

Editor : S Tarigan

Berita Terkait

Berangkat Dari Kebutuhan Masyarakat, Pelindo Dukung Perluasan Akses Pendidikan di Belawan, Selaras Dengan Asta Cita
PT Prima Multi Terminal Bagikan Masker kepada Pegawai Cegah Dari Paparan Kabut Asap 
BNCT dan Mitra Strategis Letakkan Fondasi Pendidikan Bagi Generasi Muda Belawan, Melalui Inisiatif Classrooms of Hope 
Pelindo, DP World Foundation Dan Pemkot Medan Berkolaborasi Bangun Sekolah untuk Anak-anak Belawan
Pelindo Regional 1 Dukung Pembangunan SMP di Belawan, Perkuat Akses Pendidikan bagi Generasi Muda
Pelindo Regional 1 Belawan Dorong Peningkatan Layanan Pelabuhan melalui Kolaborasi Stakeholder
17 Siswa SDN 060870 Medan Timur Diduga Keracunan MBG, Tiga Dirawat Serius
Kapolda Sumut Sonny Irawan Resmi Mulai Bertugas, Tekankan Pelayanan Publik dan Soliditas
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:02

Arus Peti Kemas PMT Catat 535.494 TEUs, Naik 4 Persen Hingga September 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:11

Berangkat Dari Kebutuhan Masyarakat, Pelindo Dukung Perluasan Akses Pendidikan di Belawan, Selaras Dengan Asta Cita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:15

PT Prima Multi Terminal Bagikan Masker kepada Pegawai Cegah Dari Paparan Kabut Asap 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:08

BNCT dan Mitra Strategis Letakkan Fondasi Pendidikan Bagi Generasi Muda Belawan, Melalui Inisiatif Classrooms of Hope 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48

Pelindo, DP World Foundation Dan Pemkot Medan Berkolaborasi Bangun Sekolah untuk Anak-anak Belawan

Berita Terbaru