Garudapost.id-Denpasar/Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali melalui Tim Perencanaan Anggaran dan Reformasi Birokrasi melaksanakan pendampingan Evaluasi Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) pada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar.
Evaluasi yang dilakukan oleh Tim Penilai Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ini bertujuan memastikan penerapan budaya integritas, akuntabilitas, serta upaya pencegahan korupsi di lingkungan satuan kerja. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bapas Denpasar, Kadek Dedy Wirawan Arintama, bersama Ketua dan Sekretaris Zona Integritas (ZI), para ketua kelompok kerja (Pokja), serta Tim ZI Bapas Denpasar, Senin (19/10)
Rangkaian evaluasi meliputi live streaming dan office tour untuk meninjau fasilitas pelayanan publik, termasuk sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas. Tim penilai juga melaksanakan wawancara dengan pegawai, Duta Layanan, klien pemasyarakatan, ketua Pokja, serta Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya. Evaluasi turut mencakup layanan Pos Bapas di Rutan Gianyar dan kegiatan ketahanan pangan Bapas Denpasar yang bekerja sama dengan Desa Adat Sibang Gede. Tim penilai memberikan apresiasi terhadap kesiapan Bapas Denpasar, tata letak kantor, serta kelengkapan dan kualitas pelayanan yang telah berjalan dengan baik.
Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan Kanwil Ditjenpas Bali terhadap Bapas Denpasar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Tim penilai juga memberikan sejumlah masukan, antara lain penyesuaian domain situs web ke domain resmi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, pelaporan dugaan gratifikasi kepada pihak berwenang, serta pelaksanaan survei pelayanan secara berkelanjutan. Seluruh catatan evaluasi diharapkan segera ditindaklanjuti agar kualitas pelayanan tetap terjaga, tidak hanya selama proses penilaian, tetapi juga setelah penganugerahan APBI. Kegiatan berlangsung lancar dan menjadi momentum bagi Bapas Denpasar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat budaya integritas.



















