Garudapost.id-Geser/Dalam upaya memperkuat komitmen integritas pegawai, mendukung reformasi birokrasi, serta mewujudkan standar pelayanan publik prima di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Kerja Sama dan Tata Kelola Imigrasi dan Pemasyarakatan secara daring, Senin (19/10).
Kegiatan yang diikuti langsung oleh Kepala Urusan Tata Usaha, M. Alhamid, bersama Operator Star Hukerma, Ahmat N. Fauzy Payapo ini diselenggarakan oleh Bagian Kerja Sama, Biro Hukum dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kemenimipas. Mengusung tema “Pengembangan Kapasitas Strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk Mendukung Kerja Sama dan Tata Kelola Imigrasi dan Pemasyarakatan yang Profesional, Adaptif, dan Berdaya Saing Global”.
Pelatihan ini menghadirkan berbagai materi krusial guna menunjang profesionalisme ASN. Mulai dari pengembangan kapasitas psikologis organisasi yang menanamkan nilai-nilai kejujuran dan etika kerja, hingga penguatan kompetensi komunikasi publik (Public Speaking) guna mendorong transparansi informasi.
Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Geser, M. Alhamid, menyampaikan bahwa keikutsertaan jajaran dalam bimtek ini merupakan langkah konkret Lapas Geser untuk terus menjaga marwah institusi melalui pembenahan tata kelola kerja yang bersih dan akuntabel. Menurutnya, integritas profesional bukan sekadar kepatuhan pada aturan, melainkan fondasi utama dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Kegiatan bimbingan teknis ini menjadi pijakan penting bagi kami di Lapas Geser untuk terus mengasah kompetensi, memperkuat benteng integritas, serta meningkatkan transparansi tata kelola. Dengan profesionalisme yang tinggi dan pemahaman yang makin mendalam, kami siap menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya prima, tetapi juga bersih dari segala bentuk penyimpangan serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar M. Alhamid.
Lebih lanjut, kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, salah satunya Naomi Soetikno, Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Dalam pemaparannya, Naomi menekankan pentingnya penerapkan pola pikir berkembang (growth mindset), penguatan integritas, serta penerapan kerangka kerja pengambilan keputusan yang Etis di bawah tekanan.
Beliau menjelaskan bahwa integritas ASN tidak boleh tergerus oleh alasan pembenaran moral atau pengalihan tanggung jawab di tengah tingginya beban kerja maupun tantangan operasional.
“Transformasi tata kelola yang profesional dan berdaya saing global bermula dari kapasitas psikologis individu yang berintegritas. Saat berada di bawah tekanan tugas, ASN dituntut untuk tidak bereaksi secara otomatis, melainkan menerapkan beberapa kerangka tindakan. Di antaranya yaitu menghentikan reaksi otomatis, memisahkan fakta dari asumsi, memeriksa SOP dan mandat aturan, membandingkan alternatif yang sah, serta mengambil keputusan yang akuntabel dan terdokumentasi. Dengan begitu, kebiasaan rasionalisasi atas pelanggaran dapat diputus demi menjaga martabat serta kepercayaan publik terhadap institusi,” tegas Naomi Soetikno.
Sementara itu, Operator Star Hukerma Lapas Geser, Ahmat N. Fauzy Payapo, menyoroti korelasi erat antara keterbukaan informasi, kemampuan komunikasi publik, dan kredibilitas institusi. Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas teknis dan hubungan kerja sama antarinstansi di era transformasi digital Kemenimipas harus dibarengi dengan etika profesi yang kuat.
“Melalui materi tata kelola kerja sama dan public speaking yang disampaikan oleh para narasumber ahli, kami sebagai operator terpacu untuk meningkatkan efektivitas koordinasi serta penyampaian informasi publik secara adaptif, jujur, dan akuntabel. Dari bimtek ini, kami mendapatkan banyak wawasan baru, termasuk aspek psikologi organisasi yang mengajarkan pentingnya keselarasan antara tutur kata dan tindakan dalam bertugas sesuai SOP. Hal ini sangat mendukung fungsi kehumasan dan kerja sama (hukerma) untuk menyajikan informasi yang transparan, sekaligus mendongkrak kepercayaan publik terhadap Lapas Geser,” ungkap Ahmat N. Fauzy Payapo.
Menanggapi keikutsertaan anggotanya, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, memberikan apresiasi penuh. Ia menegaskan bahwa esensi dari pengembangan kapasitas ini adalah melahirkan SDM Pemasyarakatan yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus keluhuran keadilan (integritas).
“Kami mendukung penuh penyelenggaraan bimtek strategis ini. Langkah ini sejalan dengan visi Kemenimipas untuk mencetak SDM yang profesional, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai integritas di atas segalanya. Saya berharap seluruh ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diinternalisasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pelayanan terbaik bagi masyarakat dan pembinaan warga binaan hanya bisa terwujud jika ASN kita memiliki integritas profesional yang tanpa kompromi,” tegas Nober.
Lebih lanjut, Nober berpesan agar seluruh pegawai yang mengikuti bimtek dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh para narasumber ahli, seperti dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk kemudian diimplementasikan secara nyata di lingkungan kerja Lapas Geser.
Dengan keikutsertaan aktif dalam agenda strategis Kemenimipas ini, Lapas Geser optimis dapat terus memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang semakin akuntabel, modern, bersih, serta tepercaya di mata masyarakat.



















