Pemalang – Jateng||garudapost.id-
Suasana demokrasi terasa di SMP Negeri 1 Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (20/10) Bukan pemilihan presiden atau pilkada, ratusan siswa justru mengikuti pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS masa bakti 2026–2027 dengan mekanisme berbasis E-Voting lengkap dengan kampanye visi-misi, bilik suara, hingga pengawasan pemungutan suara.
Layaknya pesta demokrasi sesungguhnya, tiga pasangan calon (paslon) bersaing menawarkan gagasan terbaik untuk membawa lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman, menyenangkan, dan berprestasi.
Sebelum pencoblosan, masing-masing pasangan calon menyampaikan visi dan misi di hadapan para siswa yang memiliki hak pilih.
Adu gagasan ini menjadi bagian penting dalam mengenalkan proses demokrasi kepada pelajar sejak bangku sekolah.
Salah satu kandidat, Paslon nomor urut 3, Panji Satrio yang berpasangan dengan Januar Angelica Devi, mengusung gagasan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi seluruh siswa.
Dalam orasi kampanyenya, Satrio menegaskan bahwa lingkungan sekolah yang nyaman dan hubungan pertemanan yang positif dapat membuat siswa lebih betah belajar.
“Kondisi sekolah dan teman yang menyenangkan diharapkan mampu mendorong peningkatan prestasi setiap siswa,” ujarnya ber-api api.
Usai seluruh kandidat memaparkan visi dan misinya, proses pemungutan suara dilaksanakan di aula sekolah. Para siswa menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pasangan yang dinilai paling layak memimpin OSIS.
Proses pemilihan berlangsung layaknya pemilu sesungguhnya, dengan bilik suara dan pengawasan dari BAWASRU atau Badan Pengawasan Guru.
Tiga pasangan calon yang bersaing dalam pemilihan tersebut yakni Paslon nomor urut 1, Prabu Guswijaya berpasangan dengan Atikah Zahratunnusa; Paslon nomor urut 2, Keizha Aufa Rizqi berpasangan dengan Khanza Dwiputri; serta Paslon nomor urut 3, Panji Satrio berpasangan dengan Januar Angelica Devi.
Setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, Paslon nomor urut 3, Panji Satrio dan Januar Angelica Devi, keluar sebagai pemenang dengan perolehan 380 suara atau 56 persen, berdasarkan data hasil pemilihan yang disampaikan.
Posisi berikutnya ditempati Paslon nomor urut 2, Keizha Aufa Rizqi dan Khanza Dwiputri, sedangkan peringkat ketiga diraih Paslon nomor urut 1, Prabu Guswijaya dan Atikah Zahratunnusa.
Kepala SMPN 1 Petarukan, Purwaningsih, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pemilihan Ketua OSIS bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan organisasi siswa. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi para pelajar.
Menurutnya, siswa perlu dikenalkan sejak dini pada proses pemilihan yang jujur, adil, dan transparan. Dengan begitu, mereka dapat memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab ketika kelak menjadi warga negara yang memiliki hak suara dalam pemilu maupun pilkada.
“Melalui pemilihan ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami demokrasi melalui teori di dalam kelas, tetapi juga merasakan langsung praktiknya,mulai dari mengenal kandidat, menyimak visi-misi, menentukan pilihan, hingga menghormati hasil pemungutan suara,” terangnya.
Dari bilik suara sekolah, pelajaran demokrasi itu dimulai. Sebab, calon pemilih masa depan perlu belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang siapa yang menang, melainkan juga tentang gagasan, tanggung jawab, kejujuran, dan penghormatan terhadap pilihan bersama.
Penulis : Ragil
Editor : Red jateng


















