GARUDAPOST.ID | NAMORAMBE — Kegiatan gotong royong di lingkungan SMA Negeri 1 Namorambe pada Jumat, 23 Oktober 2026, yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang asri, tiba-tiba terhenti karena gangguan dari pihak luar.
Saat siswa hendak membersihkan rumput dan sampah di sekitar tembok luar sekolah, seorang perempuan berinisial SS datang mengejar dan memarahi para siswa hingga mereka ketakutan dan melapor kepada Kepala Sekolah. Perempuan tersebut juga membentak Kepala Sekolah dengan nada tinggi, menuntut dokumen tanah sekolah, serta menyampaikan ucapan yang tidak pantas. Tak lama kemudian, anaknya yang berinisial LS juga datang dan ikut berteriak mengancam serta menggunakan kata-kata kasar.
Kepala Sekolah akhirnya meminta siswa masuk ke dalam sekolah demi keamanan.
Menurut keterangan pihak sekolah, kejadian ini bukan yang pertama. Sebelumnya sudah sering terjadi gangguan, mulai dari mengejar siswa hingga ke ruang guru, memutar musik keras saat jam belajar, hingga menghalangi akses jalan yang dikelola oleh keluarga tersebut. Siswa dan guru mengaku merasa terancam dan trauma.
Kepala Sekolah menyatakan tidak akan tinggal diam lagi dan berencana melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib beserta bukti-bukti yang ada.
“Kami hanya membersihkan pagar sekolah agar rapi dan bersih, tidak mengganggu tanah siapapun. Anak-anak adalah tanggung jawab saya, saya tidak bisa membiarkan mereka terus merasa takut,” ujar Kepala Sekolah.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Jenni Limbeng, SMA Negeri 1 Namorambe kini semakin tertib dan bersih, dengan dukungan akses jalan baru yang dihibahkan oleh PT NITRA. Siswa-siswi mengaku senang dengan perubahan positif di sekolah mereka, namun berharap gangguan dari pihak tetangga dapat segera diselesaikan agar mereka dapat belajar dan beraktivitas dengan tenang dan aman.
Penulis : S Tarigan
Editor : S Tarigan


















