GARUDAPOST.ID | BINJAI – Wajah SMA Negeri 5 Kota Binjai, Sumatera Utara, mengalami perubahan signifikan. Pembenahan fasilitas olahraga, pengecatan gedung, hingga penataan pagar sekolah membuat lingkungan satuan pendidikan tersebut terlihat lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi warga belajar.
Perubahan tidak hanya menyasar aspek fisik. Di balik pembenahan sarana prasarana, manajemen sekolah juga menekankan peningkatan kedisiplinan tenaga pendidik untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal.
Pantauan di lapangan menunjukkan lapangan basket, futsal, dan bulu tangkis yang menjadi pusat aktivitas siswa kini dalam kondisi lebih baik. Pengecatan gedung dan pagar turut mengubah kesan sekolah yang sebelumnya dinilai kusam.
Seorang warga sekitar yang dimintai tanggapan mengaku melihat perubahan mencolok dalam beberapa waktu terakhir.
“Sekarang SMA Negeri 5 Binjai sudah sangat bagus dan semakin enak dilihat. Kondisinya jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Menurut warga tersebut, perubahan mulai terlihat sejak Rumpia Ginting menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMA Negeri 5 Binjai. Ia mengapresiasi langkah pembenahan dan berharap perawatan fasilitas terus dilakukan secara berkelanjutan.
Plt. Kepala SMA Negeri 5 Binjai, Rumpia Ginting, menegaskan bahwa pembenahan lingkungan sekolah merupakan bagian dari amanah yang harus dijalankan selama dipercaya memimpin.
“Namanya tanggung jawab, kita sudah diberikan amanah. Jadi, sekolah harus kita perbaiki, termasuk hal-hal lain yang berkaitan dengan kenyamanan siswa,” kata Rumpia.
Ia menjelaskan, penataan sarana olahraga dan lingkungan sekolah bertujuan memberikan ruang belajar dan pengembangan diri yang lebih nyaman bagi siswa, baik di dalam maupun di luar kelas.
Namun, Rumpia menekankan, fasilitas yang baik tidak akan maksimal tanpa kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugas.
Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh guru untuk disiplin dan tepat waktu masuk kelas sesuai jadwal mengajar.
“Saya mengimbau guru-guru agar tepat waktu masuk ke kelas. Jangan sampai siswa tidak belajar karena gurunya belum berada di ruang kelas,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlambatan guru yang mengganggu proses pembelajaran tidak akan dibiarkan. Guru yang tidak menjalankan jadwal akan dimintai klarifikasi, dan jika pelanggaran berulang akan dilakukan pembinaan melalui teguran tertulis sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya tidak mau siswa terlambat belajar atau tidak mendapatkan pelajaran. Kalau ada guru yang tidak masuk kelas, tentu akan saya tanyakan alasannya. Jika terulang, akan diberikan teguran,” ujarnya.
Pembenahan di SMA Negeri 5 Binjai diharapkan tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik, tetapi menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak langsung bagi siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah.
Penulis : S Tarigan
Editor : S Tarigan


















