
garudapost.id Tabanan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 melalui upacara yang diikuti jajaran petugas, peserta magang, dan Warga Binaan, Rabu (28/10). Peringatan ini menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi perlu tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, selaku Inspektur Upacara. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib, mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih hingga pembacaan doa.
Dalam amanatnya, Basuki membacakan sambutan dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. “Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” sepenggal isi sambutan yang dibacakan.
Nilai patriotik mengingatkan setiap orang untuk menjaga rasa cinta tanah air dan persatuan. Kegigihan tercermin dari kesungguhan dalam menjalankan tanggung jawab, sedangkan empati mengajarkan pentingnya memahami dan menghargai sesama. Ketiganya relevan dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan, termasuk mendukung proses pembinaan Warga Binaan agar berjalan dengan baik dan tetap menjunjung nilai kemanusiaan.
Basuki juga mengajak seluruh peserta untuk tidak membatasi makna Sumpah Pemuda pada peringatan tahunan. Semangat tersebut perlu diterapkan melalui pelaksanaan tugas yang bertanggung jawab, kemauan untuk terus memperbaiki diri, serta kepedulian dalam berinteraksi dengan orang lain.
“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa kekuatan terbesar bangsa ini terletak pada persatuan dan tekad untuk maju bersama. Jadilah generasi yang tidak hanya bangga menjadi bagian dari Indonesia, tetapi juga berperan aktif membangun negeri ini dengan karya nyata,” pesan Basuki.
Melalui peringatan ini, nilai patriotisme, kegigihan, dan empati diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh jajaran dan Warga Binaan bahwa membangun bangsa dapat dimulai dari tindakan sederhana: menjalankan tanggung jawab, menjaga persatuan, dan memperlakukan sesama dengan rasa hormat.
Kontributor: Humas Lapas Tabanan.isk



















