Perkuat Iman dan Pembentukan Karakter, Rutan Ambon Gelar Ibadah Gereja Oikumene Bersama Kementerian Agama Kota Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Ambon/ Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui pelaksanaan Ibadah Gereja Oikumene bersama Kementerian Agama Kota Ambon. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Rutan Ambon dalam meningkatkan keimanan, menanamkan nilai-nilai spiritual, serta membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik. Kamis (29/10)
Pelaksanaan ibadah berlangsung pada pukul 09.00 WIT, diikuti oleh warga binaan beragama Kristen dan dipimpin langsung oleh Ibu Pendeta Eka Timisela. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Ebenhaezer Rutan Ambon ini berjalan dengan aman dan kondusif, sehingga warga binaan dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan tertib dan khidmat.

Ibadah Oikumene tersebut merupakan wujud komitmen Rutan Ambon dalam memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, warga binaan diharapkan dapat memperdalam iman, memperoleh penguatan rohani, serta menumbuhkan motivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan penuh kesadaran.

Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rido,menyampaikan bahwa pelaksanaan Ibadah Oikumene merupakan bagian penting dari pelayanan dan pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan spiritual selama menjalani masa pembinaan di Rutan Ambon. Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi sarana untuk beribadah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk memperkuat iman, melakukan introspeksi diri, serta menumbuhkan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui Ibadah Oikumene ini, kami berharap warga binaan dapat semakin memperkuat iman, memperoleh ketenangan batin, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga terus mendukung pelaksanaan pembinaan kerohanian melalui sinergi dengan Kementerian Agama Kota Ambon agar warga binaan dapat mengikuti kegiatan ibadah dengan baik, aman, dan tertib,” ungkap Rido.

Sementara itu, Ibu Pendeta Eka Timisela selaku pemimpin ibadah menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian bagi warga binaan merupakan kesempatan untuk memperkuat iman, menumbuhkan pengharapan, serta mengingatkan setiap individu akan pentingnya memperbaiki diri. Ia berharap melalui Ibadah Oikumene, warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, menemukan ketenangan batin, dan menjadikan nilai-nilai firman Tuhan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Melalui ibadah ini, kami berharap setiap warga binaan tetap memiliki pengharapan dan semangat untuk menjalani kehidupan. Masa pembinaan hendaknya menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki kesalahan, serta membangun komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kiranya firman Tuhan yang diterima dalam ibadah ini dapat memberikan kekuatan, penghiburan, dan menumbuhkan iman dalam menghadapi setiap proses kehidupan,” ungkap Pendeta Eka Timisela.

Kerja sama antara Rutan Ambon dan Kementerian Agama Kota Ambon menjadi bentuk sinergi dalam mendukung pelaksanaan pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan. Kehadiran pelayanan keagamaan diharapkan mampu memberikan pendampingan spiritual secara berkesinambungan, sehingga warga binaan dapat merasakan manfaat pembinaan secara menyeluruh.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan diajak untuk menghayati nilai-nilai kasih, pengampunan, kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi landasan dalam membangun sikap dan perilaku yang lebih baik.

Melalui pelaksanaan Ibadah Gereja Oikumene bersama Kementerian Agama Kota Ambon, Rutan Ambon terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang seimbang antara aspek kerohanian, kemandirian, dan kedisiplinan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat iman, membangun karakter, serta menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan bertanggung jawab.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gelar Pembinaan Kerohanian, Lapas Geser Gandeng KUA Seram Timur Sentuh Rohani Warga Binaan
Akselerasi Target Kinerja, Lapas Geser Selaraskan Pemutakhiran Data Digital Terintegrasi
Sinergi Multisektor, Lapas Geser Dukung Penuh Kerja Sama Ketahanan Pangan Kanwil Ditjenpas Maluku
Pemasyarakatan Produktif, Ketahanan pangan Menguat: Langkah Nyata Kanwil Ditjenpas Maluku

Cegah Penipuan dari Lapas, Wartelsuspas Lapas Wahai Jadi Sasaran Penertiban Petugas
Sinergi Layanan Kesehatan, Lapas Wahai Kembali Gelar Program SAPA-BINA bersama Puskesmas Perawatan
Lapas Piru Panen 20 Kg Pepaya California Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Sinergi Lapas Geser-BMKG Dan Forkopimcam: Integrasikan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, Pengelolaan Sampah, dan Pengembangan Wisata
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:46

Gelar Pembinaan Kerohanian, Lapas Geser Gandeng KUA Seram Timur Sentuh Rohani Warga Binaan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:15

Akselerasi Target Kinerja, Lapas Geser Selaraskan Pemutakhiran Data Digital Terintegrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:53

Sinergi Multisektor, Lapas Geser Dukung Penuh Kerja Sama Ketahanan Pangan Kanwil Ditjenpas Maluku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:07

Pemasyarakatan Produktif, Ketahanan pangan Menguat: Langkah Nyata Kanwil Ditjenpas Maluku


Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54

Cegah Penipuan dari Lapas, Wartelsuspas Lapas Wahai Jadi Sasaran Penertiban Petugas

Berita Terbaru