Garudapost.id-Piru/Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali memanen pepaya California sebanyak 15 buah dengan total berat mencapai 20 kilogram di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (29/10). Panen dilakukan oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas sebagai bagian dari kegiatan kemandirian yang mengembangkan keterampilan pertanian melalui proses perawatan tanaman hingga menghasilkan buah.
Hasil panen kali ini menjadi gambaran dari proses pemeliharaan tanaman yang dilakukan secara berkelanjutan. Setiap buah pepaya memiliki berat berkisar antara 1,5 hingga 3 kilogram. Hasil panen kemudian dimabfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas dan sisanya dijual kembali ke pedagang lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menyampaikan bahwa pengelolaan kebun kemandirian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pembentukan keterampilan kerja.
“Melalui kegiatan pertanian ini, Warga Binaan belajar merawat tanaman secara konsisten, memahami proses budidaya, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan. Pendampingan petugas diharapkan dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan yang bermanfaat,” ujar Mustafa.
Pengalaman tersebut turut dirasakan oleh Warga Binaan berinisial R yang terlibat langsung dalam perawatan pepaya sejak awal penanaman hingga masa panen. Baginya, proses tersebut memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus melihat hasil dari ketekunan dalam merawat tanaman.
“Dari awal menanam sampai akhirnya bisa panen, saya belajar bahwa tanaman membutuhkan perawatan dan kesabaran. Senang rasanya melihat hasilnya bisa dinikmati setelah melalui proses yang panjang,” ungkap R.
Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa kegiatan kemandirian menjadi bagian penting dalam membekali Warga Binaan dengan kemampuan produktif.
“Kami ingin Warga Binaan memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal positif ketika kembali ke masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus didukung agar proses pembinaan memberikan manfaat nyata,” ujar Hery.
Melalui pengelolaan kebun SAE, Lapas Piru terus mendorong kegiatan pertanian sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional dan sebagai sarana pembelajaran, pembentukan tanggung jawab, dan pengembangan kemandirian Warga Binaan.



















