Garudapost.id-Geser/ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menyatakan komitmen penuh dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Geser, Nober Hasanda, saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait di Aula Serbaguna LPKA Ambon, Kamis (29/10). Langkah strategis ini dirancang sebagai upaya proaktif untuk mendorong pembinaan kemandirian warga binaan agar menjadi lebih produktif dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, mengapresiasi tinggi terobosan kolaboratif yang diinisiasi oleh tingkat wilayah tersebut. Menurutnya, sinergi ini akan menjadi motor penggerak optimalisasi pembinaan di lingkup Pemasyarakatan Maluku.
“Kami menyambut baik PKS yang dilakukan oleh Kakanwil bersama para stakeholder dalam upaya peningkatan ketahanan pangan. Besar harapan kami agar kiranya, program ini diawali dengan penguatan kapasitas dan keterampilan pegawai yang bertugas sebagai instruktur pembina. Dengan begitu, program ketahanan pangan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) dapat berjalan konsisten dan berkesinambungan,” ujar Nober Hasanda.
Lebih lanjut, Nober menekankan bahwa peningkatan kompetensi petugas pemasyarakatan merupakan kunci utama keberhasilan program. Petugas yang terampil diproyeksikan mampu mentransfer ilmu dan membimbing warga binaan Lapas Geser secara optimal.
Agenda dibuka dengan sambutan dari Kakanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, yang menekankan krusialnya sinergi lintas sektor. Ia menjelaskan bahwa program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan logistik pangan, tetapi juga sebagai instrumen pembinaan keterampilan.
“Ketahanan pangan harus memberikan manfaat nyata. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan, pengalaman, dan kemandirian agar mereka siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” tegas Ricky.
Penandatanganan PKS ini melibatkan jaringan kemitraan yang luas, di antaranya Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku, Gunawan; Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku yang diwakili Kabid Konsumsi dan Keanekaragaman Pangan, Elisabeth Tan; Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, Yustianto; serta Dekan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura yang diwakili Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Jeter Donald Siwalette. Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat dukungan teknis, pengembangan kompetensi, dan pendampingan di lapangan.
Kepala BRMP Maluku, Gunawan, menyatakan kesiapannya mendukung digitalisasi dan modernisasi pertanian di lapas melalui penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan potensi daerah. Gayung bersambut, Elisabeth Tan dari Dinas Ketahanan Pangan menyoroti pentingnya pemanfaatan potensi pangan lokal serta edukasi pemenuhan gizi seimbang. Sementara itu, Kepala BPVP, Yustianto, mendorong penguatan sertifikasi keterampilan praktis agar warga binaan memiliki daya saing setelah bebas nanti.
Dukungan akademis juga menjadi pilar penting. Jeter Donald Siwalette menyampaikan bahwa universitas akan berkontribusi aktif melalui transfer inovasi riset dan pendampingan berkala agar program ketahanan pangan ini terarah dan berbasis data lapangan.
Di sisi manajerial, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Maluku, Sarwono, mengingatkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan perencanaan yang matang dan konsistensi pelaksanaan di seluruh UPT. “Kami mendorong seluruh jajaran untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada dan memastikan implementasi program berjalan terukur,” katanya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan serta para Kepala UPT se-Maluku, meliputi Lapas Kelas IIA Ambon, LPKA Kelas II Ambon, Lapas Perempuan Kelas III Ambon, Lapas Kelas III Saumlaki, Lapas Kelas III Saparua, Lapas Kelas III Geser, Lapas Kelas III Bandanaira, Lapas Kelas III Wahai, Rutan Kelas IIA Ambon, dan Bapas Kelas II Ambon.
Melalui integrasi multisektor antara instansi pemerintah, lembaga pelatihan, dan perguruan tinggi ini, Kanwil Ditjenpas Maluku meletakkan fondasi kuat bagi program kemandirian yang berdampak. Lapas Geser sendiri menyatakan kesiapannya mentransformasikan area pembinaan menjadi lahan produktif yang berkontribusi pada ketahanan pangan daerah sekaligus mencetak eks-warga binaan yang berdaya guna.



















