Kian Produktif, Lapas Wahai Catat Panen Kedua 15 Kg Kacang Panjang

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Wahai//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali tunjukkan konsistensi dalam membina Warga Binaan melalui sektor pertanian. Di tengah upaya memperkuat kemandirian pangan, Lapas Wahai berhasil panen kacang panjang untuk kedua kalinya dengan hasil yang memuaskan, mencapai 15 kilogram, Kamis (2/4).

Panen ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan budidaya mandiri yang dikelola langsung oleh Warga Binaan dibawah pengawasan ketat petugas pembinaan. Tanaman kacang panjang yang dirawat secara organik di lahan pinjam pakai yang dijadikan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Wahai ini menunjukkan kualitas yang baik, dengan buah yang panjang dan segar.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada staf pembinaan dan Warga Binaan yang konsisten merawat tanaman. Menurutnya, panen kedua ini membuktikan bahwa semangat Warga Binaan untuk produktif tidak kendor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, panen kedua ini lebih baik. Ini adalah bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian yang kami terapkan berjalan konsisten. Banyak atau sedikitnya hasil bukan ukuran utama, melainkan semangat dan keseriusan Warga Binaan dalam belajar bertani untuk bekal kehidupan setelah bebas nanti,” ungkap Tersih.

Senada, Staf Subseksi Pembinaan, Rahmatsyah Latief Ode, mengatakan bahwa panen kacang panjang yang perdana dilakukan akhir bulan Ramadan lalu itu hanya dalam skala kecil. “Hasil panen kacang Panjang di kebun SAE ini, selain untuk konsumsi internal Warga Binaan guna memenuhi kebutuhan gizi di dapur Lapas, juga dipasarkan secara terbatas bagi beberapa anggota masyarakat yang berminat lingkungan sekitar Lapas,” tambah Rahmat.

Salah satu Warga Binaan yang terlibat langsung dalam proses budidaya, WK, mengungkapkan kebanggaannya. “Kami senang bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Menanam dari biji sampai panen memberikan ketenangan dan keterampilan baru bagi kami,” ujar WK.

Lapas Wahai terus berupaya menjadikan program pembinaan kemandirian sebagai bagian integral dari upaya membentuk karakter Warga Binaan yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat, sekaligus implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 yang salah satunya adalah kemandirian pangan.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dukung Kemajuan Pariwisata Daerah, Kalapas Geser Hadiri Pengukuhan Pokdarwis Pulau Geser
Menyongsong hari lingkungan hidup sedunia. Rutan Ambon peduli lingkungan dengan membersihkan area pantai
Fokus Optimalisasi Administrasi dan SOP, Kalapas Geser Ajak Jajaran Lakukan Terobosan Baruy
Dikawal Petugas, Empat Warga Binaan Lapas Saumlaki Tunaikan Salat Idul Adha di Luar Lapas
Rutan Ambon Kembali Panen Selada, Bukti Dukungan terhadap Ketahanan Pangan
Humanis dan Transparan, Lapas Geser Bekali Tahanan Baru Lewat Program Mapenaling
Momentum Pembinaan Spiritual, Lapas Wahai Gelar Sholat Ied dan Kurban Idul Adha 1447 H
Rayakan Idul adha 1447H, Rutan Ambon Tebar Kepedulian Melalui Penyaluran Hewan Qurban
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:49

Dukung Kemajuan Pariwisata Daerah, Kalapas Geser Hadiri Pengukuhan Pokdarwis Pulau Geser

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:23

Menyongsong hari lingkungan hidup sedunia. Rutan Ambon peduli lingkungan dengan membersihkan area pantai

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:05

Fokus Optimalisasi Administrasi dan SOP, Kalapas Geser Ajak Jajaran Lakukan Terobosan Baruy

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:54

Dikawal Petugas, Empat Warga Binaan Lapas Saumlaki Tunaikan Salat Idul Adha di Luar Lapas

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:40

Rutan Ambon Kembali Panen Selada, Bukti Dukungan terhadap Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Lampung

Pelepasan dan Pentas Seni SDN 10 Tanjung Raya

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:02