Semarang – Jateng || garudapost.id
Komitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat melalui kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dan tes urine yang digelar di Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang, Kamis (2/4).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BNN Provinsi Jawa Tengah dan diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari pejabat struktural, pejabat fungsional, pegawai, PPNPN, hingga peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan serta mahasiswa UIN Walisongo. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan keterlibatan menyeluruh dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Sebanyak 40 pegawai mengikuti tes urine sebagai langkah deteksi dini sekaligus bentuk nyata komitmen menjaga integritas dan profesionalitas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pemasyarakatan, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk refleksi dan penguatan nilai moral. Dalam sambutannya, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang, Totok Budiyanto, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Ia menyampaikan bahwa upaya pencegahan tidak hanya difokuskan pada pegawai, tetapi juga menyasar klien pemasyarakatan. Pelaksanaan tes urine dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan alat yang tersedia. Selain itu, pihaknya telah bekerja sama dengan BNNP Jawa Tengah dalam pelaksanaan program rehabilitasi bagi klien, yang sejauh ini telah diikuti oleh 20 orang.
Dalam sesi sosialisasi, perwakilan BNNP Jawa Tengah, Reza Aditya, memaparkan secara komprehensif mengenai bahaya narkotika. Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan narkoba melibatkan berbagai bahan kimia berbahaya yang dapat merusak sistem tubuh manusia.
Menurutnya, zat narkotika dapat memengaruhi hormon kebahagiaan di otak sehingga menimbulkan ketergantungan yang serius. Penggunaan zat seperti ganja juga memiliki dampak terhadap kondisi psikologis serta keseimbangan hormon dalam tubuh.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, terutama di kalangan generasi muda. Upaya tersebut meliputi kemampuan mengenali tanda-tanda penyalahgunaan, penerapan pola asuh yang seimbang, kehati-hatian dalam memilih lingkungan pergaulan, serta penguatan nilai-nilai spiritual sebagai benteng diri.
Setelah sesi sosialisasi dan foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine yang berlangsung di area Caffe Bassama. Proses pemeriksaan dilakukan secara tertib melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran peserta, pembagian alat tes, pengambilan sampel, hingga pencatatan riwayat konsumsi obat.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan kerja yang bebas dari narkoba. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen kuat jajaran pemasyarakatan dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba serta menjaga integritas aparatur sebagai garda terdepan dalam pembinaan klien pemasyarakatan.
Editor : Pimd jateng
















