Garudapost.id jatim-Pasuruan, 20 Mei 2026 – Banjir kembali melanda Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, setelah hujan lebat mengguyur wilayah ini sejak Selasa (19/5) malam hingga Rabu pagi, menyebabkan meluapnya aliran sungai di sekitar pemukiman warga. Ini bukan kali pertama wilayah ini terendam, mengingat topografi rendah dan aliran air yang sering meluap saat curah hujan tinggi, membuat warga kembali harus berjuang menghadapi genangan air yang masuk ke rumah dan jalan utama desa.
Hujan deras yang berlangsung berjam-jam sejak sore hingga malam hari meningkatkan debit air di Daerah Aliran Sungai Kedunglarangan dan Welang, yang melintasi wilayah Kecamatan Purwosari dan sekitarnya. Air sungai tidak lagi tertampung di saluran, lalu meluap dan masuk ke pemukiman, termasuk Dusun keputran,Desa Bakalan yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah. Ketinggian air di desa ini tercatat mencapai 30 hingga 50 sentimeter, merendam lantai rumah, halaman, jalan desa, serta fasilitas umum seperti balai desa dan tempat ibadah.
Pemukiman Warga: Ratusan rumah terendam, perabotan, barang berharga, dan peralatan rumah tangga banyak yang rusak atau basah. Warga Dusun Keputran terpaksa memindahkan barang-barang ke tempat lebih tinggi, bahkan sebagian harus mengungsi sementara ke rumah kerabat atau bangunan umum.
– Akses Jalan: Jalan utama penghubung Desa Bakalan dengan pusat Kecamatan Purwosari terputus total, kendaraan tidak bisa lewat, sehingga mengganggu distribusi kebutuhan pokok dan layanan kesehatan.
– Pertanian: Puluhan hektar lahan pertanian dan perkebunan warga terendam, tanaman padi, jagung, dan palawija terancam gagal panen, menambah beban ekonomi warga yang sebelumnya sudah terdampak bencana serupa.
– Fasilitas Umum: Jembatan penghubung,akibat tergerus arus air, sementara saluran pembuangan air yang sudah sempit dan tertutup sampah tidak mampu menampung debit air yang besar.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, pemadam kebakaran, TNI/Polri, dan relawan penanggulangan bencana sudah dikerahkan sejak Selasa malam. Mereka melakukan pemantauan ketinggian air, membantu evakuasi warga yang berada di zona berisiko, serta mendistribusikan bantuan berupa matras, selimut, makanan siap saji, dan obat-obatan. Hingga Rabu sore, belum ada laporan korban jiwa, namun petugas tetap bersiaga penuh mengingat cuaca masih berpotensi hujan lagi .
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mempercepat pembersihan saluran air pasca banjir, serta merencanakan perbaikan saluran irigasi agar kejadian serupa tidak terus berulang. “Masalah utama di sini adalah saluran air yang dangkal dan sering tersumbat, kami akan usulkan perbaikan struktur agar ke depan lebih aman,” ujarnya .
Banyak warga Desa khusus nya di Dusun keputran, mengaku lelah dan khawatir karena banjir hampir setiap musim hujan datang. Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan jangka panjang, seperti pengerukan sungai, pelebaran saluran air, dan pembangunan tanggul yang kokoh. “Setiap kali hujan agak lama, kami sudah ketakutan air masuk rumah. Kami butuh solusi nyata, bukan hanya bantuan saat sudah terendam,” kata salah satu warga.
Sampai berita ini diturunkan, air di Desa Bakalan mulai surut perlahan namun masih ada genangan di titik rendah. Warga mulai membersihkan sisa lumpur dan sampah yang terbawa arus, sementara tim penilai kerusakan sudah mulai mendata kerugian agar bantuan pemulihan bisa segera disalurkan.
(Pewarta: ida)


























