Banyuwangi Gempar, Doa Rakyat Menuntut Pertanggungjawaban Mantan Pemimpin Atas Kerusakan Dan Korupsi.

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id jatim-Banyuwangi, 17 Mei 2026 – Suara zikir dan lantunan sholawat menggema memenuhi ruang acara di Banyuwangi pada 16 Mei 2026 pukul 19.00 WIB. Namun di balik nuansa religius yang kental, terselip pesan keras dan tegas dari ribuan warga yang hadir. Acara bertajuk “IWB Bersholawat Bersama Rakyat Untuk Banyuwangi Bersih dari Korupsi dan Bebas dari Pengrusakan Lingkungan” yang digagas oleh Info Warga Banyuwangi (IWB) ini bukan sekadar pertemuan ibadah biasa, melainkan bentuk ekspresi kolektif masyarakat yang mulai gelisah dan menuntut keadilan atas dua persoalan besar yang dianggap mencoreng wajah daerah ini: praktik korupsi dan kerusakan alam yang terjadi di sana.

Kehadiran warga yang membludak, yang datang dari berbagai kecamatan mulai dari Tegalsari, Genteng, hingga wilayah lain di luarnya, menjadi bukti bahwa isu ini menyentuh hati banyak kalangan. Tak hanya warga biasa, elemen penting seperti pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama dari jajaran pengurus PCNU Banyuwangi pun turut hadir dan memberikan dukungan. Salah satu sambutan dari perwakilan tokoh agama bahkan menyampaikan apresiasi yang mendalam hingga dikatakan “membuat bulu kuduk merinding”, karena keberanian IWB mengangkat isu yang dianggap tabu namun sangat mendesak. “Organisasi ini seolah mengutuk langit dengan keberaniannya menyuarakan kebenaran. Kami sangat salut dengan langkah IWB,” ujar tokoh agama tersebut, menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan nilai-nilai keadilan yang diajarkan agama.

Budy Widarto (Abi Arbain), Ketua IWB sekaligus penggagas acara, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kekompakan warga yang hadir. Namun di balik ucapan terima kasih itu, terselip pesan kritik yang tajam dan pertanyaan besar yang menggantung. Menurutnya, acara ini diselenggarakan bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengingatkan kembali bahwa masih banyak luka yang belum terobati dan kesalahan yang belum mendapat jawaban hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tujuan utama pertemuan ini adalah agar Banyuwangi benar-benar bersih dari korupsi. Kami ingin para koruptor yang masih bebas berjalan di jalanan segera mendapatkan keadilan yang setimpal. Tak kalah penting, kami juga menyoroti kerusakan lingkungan yang parah di daerah banyuwangi, hingga kini pelakunya belum tersentuh hukum sama sekali. Dan yang lebih menyakitkan, persoalan ini, menurut pantauan kami, sangat erat kaitannya dengan keterlibatan salah satu mantan Menteri PAN-RB sekaligus mantan Bupati Banyuwangi yang menjabat dua periode,” tegas Abi Arbain ketua IWB menyebutkan nama besar yang selama ini menjadi sorotan publik namun belum tersentuh sanksi hukum.

Pernyataan Abi ini semakin menegaskan adanya dugaan kuat bahwa kekuasaan yang besar di masa lalu diduga disalah gunakan, yang berujung pada kerugian negara serta kerusakan ekosistem yang kini harus ditanggung oleh masyarakat luas. Di sini, muncul pertanyaan kritis: apakah kekuasaan dan jabatan tinggi pernah dijadikan tameng agar tindakan tersebut luput dari jerat hukum? Mengapa meski bukti dan suara rakyat sudah begitu lantang, proses hukum masih berjalan di tempat atau bahkan seolah terhenti?

Suara senada juga disampaikan oleh M. Dhofir, pengelola akun media sosial Pasopati Jatim yang turut hadir dan memberikan tanggapan. Baginya, acara ini bukan lagi sekadar keinginan satu organisasi, melainkan telah berubah menjadi hajat rakyat. Kehadiran ribuan orang yang berdoa bersama agar Banyuwangi terbebas dari dua musuh besar tersebut adalah cerminan kekecewaan masyarakat yang sudah menumpuk.

“Kami berharap Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, segera terketuk hatinya. Kami ingin Bapak Presiden menegaskan arahan tegas kepada para menteri dan aparat penegak hukum, termasuk jaksa, untuk tidak pandang bulu. Siapa pun pelakunya, sebesar apa pun kekuasaannya di masa lalu, jika terbukti merugikan negara dan merusak alam, sanksi hukum harus segera dijatuhkan. Jangan sampai ada yang kebal hukum hanya karena status masa jabatan,” ungkap M. Dhofir dengan nada penuh harap namun juga kritis.

Pertemuan bersholawat ini menjadi momentum penting. Ia menegaskan bahwa masyarakat Banyuwangi tidak lagi diam melihat apa yang terjadi di daerahnya. Di tengah doa dan harapan, terselip tuntutan utama: transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum. Kini, mata publik tidak hanya tertuju pada para pelaku dugaan kejahatan tersebut, tetapi juga kepada aparat penegak hukum dan pemerintah pusat. Akankah suara lantunan sholawat dan seruan ribuan warga ini di dengar dan ditindaklanjuti? Atau harapan rakyat ini hanya akan berakhir menjadi gema yang hilang begitu saja? Jawabannya kini ada di tangan para pemegang kekuasaan dan penegak hukum.

(Tim/Heri P )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KODIM 0712/TEGAL GELAR UPACARA PEMBUKAAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP III TA. 2026 DI JATINEGARA
Polsek Tampaksiring Kawal Pendistribusian 2.266 Porsi Makan Bergizi Gratis di Desa Manukaya
Satlantas Polres Karangasem Tingkatkan Pelayanan SIM dan Edukasi Pengendara untuk Cegah Laka Lantas
Berkendara Tanpa Menggunakan Helem,  Satlantas Polres Karangasem Berikan Tilang Manual
Kanit Binmas Polsek Baturiti berikan edukasi anti bullying kepada peserta MPLS SD Negeri 1 Baturiti
Polsek Selemadeg Timur Dampingi Kunjungan Psikiater Dinas Kesehatan Tingkatkan Penanganan ODGJ
Dedy Yon Berkomitmen Tingkatkan Akuntabilitas dan Tata Kelola Keuangan Daerah
Wujud Nyata Kolaborasi, PT dSM Dukung DLH Pemalang Ciptakan Lingkungan yang Lebih Bersih
Berita ini 62 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:46

KODIM 0712/TEGAL GELAR UPACARA PEMBUKAAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP III TA. 2026 DI JATINEGARA

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:18

Polsek Tampaksiring Kawal Pendistribusian 2.266 Porsi Makan Bergizi Gratis di Desa Manukaya

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:16

Satlantas Polres Karangasem Tingkatkan Pelayanan SIM dan Edukasi Pengendara untuk Cegah Laka Lantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:57

Berkendara Tanpa Menggunakan Helem,  Satlantas Polres Karangasem Berikan Tilang Manual

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:38

Kanit Binmas Polsek Baturiti berikan edukasi anti bullying kepada peserta MPLS SD Negeri 1 Baturiti

Berita Terbaru