Gianyar – Dalam rangka memperkuat nilai-nilai persatuan, toleransi, dan budaya damai di tengah kehidupan bermasyarakat, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi / Dialog Kerukunan pada Kamis, 03/09/2026, bertempat di Aula Kantor Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 Wita hingga 12.20 Wita tersebut diikuti oleh sekitar 50 peserta dari unsur pemerintahan desa, tokoh masyarakat, serta unsur TNI-Polri.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh FKUB Kabupaten Gianyar mengambil tema “Merawat Kerukunan, Menguatkan Gianyar” Dengan Narasumber DR. Ida Bagus Viprajana selaku Ketua FKUB Kabupaten Gianyar, I Wayan Sila selaku Kesbangpol Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Putu Sri Astuti sebagai Kasi Pendidikan Agama Hindu dan dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Singakerta Aiptu I Made Widastra, Babinsa Singakerta Koramil 1616-02/Ubud Kopda Kadek Endra Wirawan, perangkat Desa Singakerta, Kepala Kewilayahan se-desa Singakerta, Ketua & anggota BPD, Ketua & anggota LPM dan Bandesa Adat Se-Desa Singakerta dan Petugas Pustu Singakerta
Dalam sambutannya, Kepala FKUB Kabupaten Gianyar DR. Ida Bagus Viprajana menjelaskan bahwa Sosialisasi / Dialog Kerukunan Umat Beragama merupakan program yang bertujuan memperkuat nilai-nilai perdamaian, toleransi, persatuan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia di lingkungan masyarakat. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia harus menjadi modal sosial untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan, bukan menjadi pemicu terjadinya konflik maupun perpecahan. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program Sosialisasi Dialog Kerukunan Umat Beragama memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga generasi muda.
Sementara itu, Kesbangpol Kabupaten Gianyar I Wayan Sila menegaskan bahwa Sosialisasi Dialog Kerukunan Umat Beragama merupakan salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kerukunan antarwarga. Ia mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, terutama melalui media sosial, guna mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan.
Ida Ayu Putu Sri Astuti selaku Kasi Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Gianyar dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Sosialisasi Dialog Kerukunan Umat Beragama sangat penting dalam upaya pencegahan konflik sosial dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat. Sebagai petugas yang membidangi Pendidikan Agama Hindu memiliki tugas melakukan deteksi dini dan peringatan dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Oleh karena itu, Sosialisasi Dialog Kerukunan Umat Beragama diharapkan menjadi wadah yang mampu memperkuat komunikasi, membangun kesepahaman, serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah dan pendekatan yang humanis. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat semangat gotong royong, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Singakerta yang diwakili oleh Ketua BPD Singakerta I Wayan Sapra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Sosialisasi Dialog Kerukunan Umat Beragama sangat relevan dengan kondisi masyarakat yang majemuk dan membutuhkan penguatan nilai-nilai kebersamaan. Ia berharap melalui kegiatan ini dapat terbangun sinergitas yang lebih kuat antara pemerintah desa, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Singakerta Aiptu I Made Widastra turut berperan aktif mendampingi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan sosialisasi. Sebagai ujung tombak Polri di tingkat desa, Bhabinkamtibmas terus menjalin komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama Babinsa menjadi bentuk nyata sinergitas TNI-Polri dalam mendukung program-program pemerintah yang bertujuan memperkuat persatuan, mencegah konflik sosial, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kerukunan dan perdamaian di lingkungan masing-masing.
Secara keseluruhan, kegiatan Sosialisasi Dialog Kerukunan Umat Beragama berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, serta mengedepankan penyelesaian setiap permasalahan melalui dialog dan musyawarah. Kerukunan umat beragama diharapkan menjadi salah satu percontohan dalam membangun budaya damai, toleran, dan harmonis guna mendukung terciptanya lingkungan masyarakat yang aman, sejahtera, dan berkelanjutan. (dastro)




























