Camat Heptanius Hidayat Tegaskan Pencegahan Stunting Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting sebagai bagian dari komitmen mendukung program prioritas pemerintah pusat. Langkah tersebut sejalan dengan data nasional yang menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia menurun menjadi 19,8 persen pada tahun 2024, dari 21,5 persen pada 2023, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan semata. Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting membutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas sektor, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah pekon dan kelurahan, hingga tenaga kesehatan serta masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, Camat Sekincau Heptanius Hidayat, S.P., terus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan stunting di setiap pekon dan kelurahan di wilayah Kecamatan Sekincau. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program nasional yang dilaksanakan secara menyeluruh di berbagai daerah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kali ini, sosialisasi digelar di Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Puskesmas Sekincau Nurbaeti, S.Kep., Lurah Sekincau Juarsah, S.Kom., serta kader Posyandu dari seluruh wilayah Kecamatan Sekincau.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Heptanius Hidayat menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya akibat kekurangan gizi kronis dan berbagai faktor pendukung lainnya.

“Stunting merupakan kondisi ketika pertumbuhan anak tidak sesuai dengan usianya. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi kepada masyarakat, terutama kepada calon orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Sekincau Juarsah, S.Kom., menyampaikan bahwa berdasarkan data resmi yang dimiliki pemerintah kelurahan, saat ini terdapat dua anak yang terdata mengalami stunting di Kelurahan Sekincau. Data tersebut menjadi perhatian bersama agar penanganan dapat dilakukan secara optimal melalui pendampingan dan pemantauan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Sekincau Nurbaeti, S.Kep., memberikan pemaparan mengenai berbagai langkah pencegahan stunting yang harus dilakukan sejak sebelum kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.

Ia menjelaskan bahwa pencegahan dimulai sejak usia remaja dengan memastikan asupan gizi, terutama makanan yang mengandung zat besi. Selain itu, calon pengantin juga perlu mendapatkan edukasi dan pemeriksaan kesehatan sebagai upaya mempersiapkan kehamilan yang sehat.

“Calon pengantin harus mendapatkan edukasi dan pemantauan kesehatan. Saat hamil, ibu wajib melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan secara rutin. Setelah melahirkan, bayi juga harus memperoleh asupan gizi yang baik agar tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelas Nurbaeti.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Sekincau berharap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat sehingga angka stunting di wilayah Kecamatan Sekincau, khususnya di Kelurahan Sekincau, dapat terus ditekan.

Camat sekincau eptanius Hidayat menambahkan,hanya dengan Kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat diharapkan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan generasi Lampung Barat yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rapat Internal PWLB di Kediaman H. Kasturi Bahas Progres Organisasi dan Masukan untuk KSB Serta Anggota
Diduga Ada Kejanggalan pembelanjaan Sarana Dan prasaran ,melalui Dana Boss, 2023-2025, SMP Negeri 1 Suberjaya Disorot
Diduga Ada Kejanggalan pembelanjaan Sarana Dan prasaran ,melalui Dana Boss, 2023-2025, SDN 2 Tri Budi syukur, Kebun Tebu Disorot
Diduga Ada Kejanggalan Dana BOS Tahun 2023-2026, SDN 2 Purajaya Kebun Tebu Disorot
SMP Negeri 3 Kebun Tebu Nampak Menghindar dan Berdalih ,Saat Di Hubungi Awak Media
SMPN 1 Gedung Surian Disorot, Diduga Ada Kejanggalan Dana BOS
Imam Safe’i Apresiasi Prestasi Siswa SMPN 1 Sekincau, Dua Juara FTBI Melaju ke Tingkat Provinsi
Iwan Rismatika Sambut Partisipasi PWLB, Hamdan Harapkan Sinergi Berkelanjutan dengan Pemerintah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:37

Rapat Internal PWLB di Kediaman H. Kasturi Bahas Progres Organisasi dan Masukan untuk KSB Serta Anggota

Selasa, 3 November 2026 - 07:53

Diduga Ada Kejanggalan pembelanjaan Sarana Dan prasaran ,melalui Dana Boss, 2023-2025, SMP Negeri 1 Suberjaya Disorot

Selasa, 3 November 2026 - 07:50

Diduga Ada Kejanggalan pembelanjaan Sarana Dan prasaran ,melalui Dana Boss, 2023-2025, SDN 2 Tri Budi syukur, Kebun Tebu Disorot

Minggu, 1 November 2026 - 22:22

Diduga Ada Kejanggalan Dana BOS Tahun 2023-2026, SDN 2 Purajaya Kebun Tebu Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:15

SMP Negeri 3 Kebun Tebu Nampak Menghindar dan Berdalih ,Saat Di Hubungi Awak Media

Berita Terbaru