Ditlantas Polda Riau Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini serta Edukasi Green Policing

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id |Pekanbaru _ Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau terus berkomitmen menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sekaligus memperkenalkan konsep Green Policing kepada generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi Polisi Sahabat Anak (POLSANAK) yang digelar pada Rabu, 8 April 2026, pukul 09.30 WIB hingga 11.00 WIB, bertempat di Taman Lalu Lintas Ditlantas Polda Riau, Jalan Pesisir Rumbai.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau ini diikuti oleh 100 orang murid serta 16 guru dari TK Al Azhar Syifa Budi. Suasana penuh keceriaan terlihat saat para siswa dengan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan edukatif yang disampaikan oleh personel Polantas.

Hadir sebagai pelaksana kegiatan, di antaranya Kasi Audit dan Inspeksi Subditkamsel AKP Dedy Siswanto, S.H., M.H., PS. Kanit Standar Cegah dan Tindak IPTU Riza Elfiera, serta personel lainnya yaitu Aipda Riyadi, Aipda Sartika F. E. Sitorus, S.H., Brigadir Annisa Widya, dan ASN R. Pardosi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan tersebut, para murid diperkenalkan dengan tugas dan fungsi Polisi Lalu Lintas, serta berbagai jenis rambu lalu lintas seperti rambu larangan, rambu peringatan, dan rambu perintah. Selain itu, anak-anak juga diajak mengenal Tugu Laka Lantas yang berada di lapangan RSDC Ditlantas Polda Riau sebagai simbol pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Untuk menambah semangat belajar, para siswa yang mampu menjawab pertanyaan dari Polwan diberikan hadiah berupa buku panduan keselamatan berlalu lintas. Tidak hanya itu, sebagai bentuk implementasi program Green Policing, Ditlantas Polda Riau juga membagikan bibit pohon kepada guru dan murid sebagai ajakan nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.

AKP Dedy Siswanto, S.H., M.H. dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter disiplin berlalu lintas sejak usia dini.

“Melalui program Polisi Sahabat Anak ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan untuk keselamatan bersama. Selain itu, melalui Green Policing, kami juga mengajak anak-anak sejak dini untuk peduli terhadap lingkungan, karena keselamatan dan kelestarian alam adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa edukasi yang diberikan secara menyenangkan dan interaktif diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak, sehingga mereka dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di masa depan.

Sementara itu, pihak sekolah melalui perwakilan guru TK Al Azhar Syifa Budi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ditlantas Polda Riau atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ditlantas Polda Riau yang telah memberikan edukasi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Kegiatan ini sangat positif dalam menanamkan disiplin berlalu lintas serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika turut memberikan pernyataan terkait pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa program Polisi Sahabat Anak (POLSANAK) dan Green Policing merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

“Program Polsanak ini adalah investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sadar dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Kami ingin menanamkan nilai-nilai keselamatan sejak usia dini agar kelak mereka tumbuh menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Sejalan dengan itu, melalui program Green Policing, kami juga mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan, karena keselamatan berlalu lintas tidak dapat dipisahkan dari lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga berharap sinergi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan pemberian bibit pohon serta foto bersama dengan para guru dan siswa-siswi sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen dalam mendukung keselamatan berlalu lintas serta pelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pesan keselamatan berlalu lintas dapat tertanam kuat pada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Di sisi lain, edukasi Green Policing yang merupakan program Kapolda Riau juga berhasil disosialisasikan sebagai langkah konkret dalam mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan.

Dengan adanya kegiatan ini, Ditlantas Polda Riau berharap dapat menciptakan generasi yang tidak hanya tertib berlalu lintas, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga lingkungan, sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang berkelanjutan di Provinsi Riau.(***)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kalangsurya Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan
Tabligh Akbar dan Santunan Dhuafa Meriahkan Milangkala ke-44 Desa Purwamekar
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Karyamulya Jadi Momentum Pererat Silaturahmi
WABUP MASLANI RESMIKAN MASJID AL-HAYZA DI GRIYA KOSAMBI ASRI, HADIAH CINTA ANAK UNTUK ORANG TUA
Sinergi Polri dan Pemkab Majalengka, Pembangunan Jembatan Merah Putih di Jatitujuh Dimulai
PERESMIAN JEMBATAN PERINTIS GARUDA DI DESA KALIJATI, JATISARI — BUKA AKSES PERTANIAN MENUJU KAMURANG
Babinsa Sertu Suparman koramil 1902/Plered Kodim 0619/Purwakarta Dampingi Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Krisis Air di Desa Batutumpang
Polantas Menyapa, Samsat Kota Bekasi Edukasi Tertib Lalu Lintas dan Salurkan Bantuan Sembako untuk Pengemudi Ojol
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:02

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kalangsurya Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

Selasa, 8 September 2026 - 16:28

Tabligh Akbar dan Santunan Dhuafa Meriahkan Milangkala ke-44 Desa Purwamekar

Minggu, 6 September 2026 - 02:18

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Karyamulya Jadi Momentum Pererat Silaturahmi

Jumat, 4 September 2026 - 10:06

WABUP MASLANI RESMIKAN MASJID AL-HAYZA DI GRIYA KOSAMBI ASRI, HADIAH CINTA ANAK UNTUK ORANG TUA

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:17

Sinergi Polri dan Pemkab Majalengka, Pembangunan Jembatan Merah Putih di Jatitujuh Dimulai

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59