Forum Jurnalis Caram Seguguk Hantar Perpisahan Kapolres Ogan Ilir

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID OGAN ILIR,-Forum Jurnalis Caram Seguguk (FJCS) meng Hadiri acara Kenal Pamit perpisahan bersama Kapolres Ogan Ilir yang akan berakhir masa tugasnya, AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K., M.H. Acara yang berlangsung penuh keakraban dan haru tersebut dilaksanakan di Gedung Aula Tathya Dhraka Mapolres Ogan Ilir, Sabtu (18/7/2026).

“Kegiatan ini juga menjadi momen yang bersejara secara resmi bagi Kapolres pengganti, AKBP Rizka Apriyati, S.H., S.I.K., M.H.yangbaru puluhan wartawan dari berbagai media massa di Kabupaten Ogan Ilir hadir untuk memberikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin selama dua tahun terakhir antara insan pers dan Polresta Ogan Ilir.

“Ketua Umum FJCS, Irvan Arliansyah, menyatakan bahwa perpisahan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti kuatnya ikatan persaudaraan antara polisi dan pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perpisahan ini bukan hanya untuk dikenang, namun tali silaturahmi harus tetap terjaga. Kami berharap kolaborasi positif ini terus berlanjut demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Ogan Ilir,” ujar Irvan.

“Dalam sambutannya yang disertai nada haru, AKBP Bagus Suryo Wibowo mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh rekan media. Ia merasa waktu dua tahun empat hari bertugas di Ogan Ilir berlalu begitu cepat.

“Bukan waktu yang singkat, namun terasa sangat cepat. Terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan semua. Berkat bantuan dan kritik konstruktif dari teman-teman media, setiap permasalahan di lapangan dapat kita atasi bersama,” tutur Bagus.

“Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Polresta Ogan Ilir dalam menangani berbagai agenda besar, termasuk kunjungan Presiden dan Kapolri, merupakan hasil kekompakan semua pihak. “Keberhasilan ini bukan soal perbandingan dengan kabupaten lain, tapi tentang bagaimana kita bisa melaksanakan tugas dengan baik berkat dukungan semua elemen,” tambahnya.

“Di akhir sambutannya, AKBP Bagus Suryo Wibowo meminta maaf apabila selama menjabat ada kata atau tindakan yang kurang berkenan di hati para jurnalis dan masyarakat.

“Tiada gading yang tak retak. Saya mewakili keluarga besar Polresta Ogan Ilir memohon maaf atas segala kekhilafan. Kalian adalah keluarga kami di Bumi Caram Seguguk,” pungkasnya dengan suara bergetar.

“Kapolres yang baru AKBP Rizka Apriyati, S.H., S.I.K., M.H.,Menyayabut dengan rama beliua meminta kepada kawan medi tetap mendukung kenerja baik di kapores dan di pemerintaha Ogan ilir” Terimakasi kepada kawan media atas kehadiranya kami tetapmengharapkan kedekatan kepada Masarakat dan bantuanya dukunganya baik di program pemerintahan Ogan ilir, mungkin kedepan kita Sama sama memajukan kabupaten Ogan ilir. Soal kasus yang menonjol yang belum terlaksana kami akan tetap bekerjasama dengan kawan untuk meperbaikinya. Harapanya selalu menjaga keamanan di wilaya hukum kapolres Ogan ilir, kondusip dan selalu bekerja yang baik,” kata Rizka

“Hadirnya Forum Jurnalis Caram Seguguk (FJCS) dalam acara ini semakin mengukuhkan peran organisasi pers baru tersebut pemberihan cedramata sebagai wadah pemersatu yang menjunjung tinggi solidaritas, independensi, dan profesionalisme insan pers di Kabupaten Ogan Ilir.

Facebook Comments Box

Penulis : Kurnia

Editor : Ahmad

Berita Terkait

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026
pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026
Sat Reskrim Polres Ogan Ilir Gagalkan Pengangkutan 4.200 Liter BBM Olahan
Tragedi Berdarah di Ogan Ilir: Lerai Pertikaian, Seorang Ayah Tewas Ditangan Anak Kandung Usai Tusuk Kepala Desa
Oknum Polisi PALI Cuma Dihukum 7 Hari, Keluarga Korban Murka: “Kami Minta Keadilan
Pembukaan Kejuaraan Tinju Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Sumsel tahun 2026
Pembagian paket sekolah anak Indonesia tahap 1 oleh keluarga besar purna Adhyaksa tahun 2026
permohonaan warga berharap pemerintah kota Lubuklinggau berklapikasi terhadap laporan isi hati seorang keluhan warga pada hak layak menerimah bantuan 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:42

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:37

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:07

Sat Reskrim Polres Ogan Ilir Gagalkan Pengangkutan 4.200 Liter BBM Olahan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:38

Tragedi Berdarah di Ogan Ilir: Lerai Pertikaian, Seorang Ayah Tewas Ditangan Anak Kandung Usai Tusuk Kepala Desa

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:03

Oknum Polisi PALI Cuma Dihukum 7 Hari, Keluarga Korban Murka: “Kami Minta Keadilan

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59