Garudapost.id-Langgur/ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus berkomitmen mengoptimalkan hak pelayanan keagamaan dan penguatan mental bagi Warga Binaan. Berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tenggara, Lapas Tual menyelenggarakan program bimbingan dan penyuluhan rohani secara berkala bagi warga binaan yang beragama Katolik di Gereja Lapas, Selasa (08/09).
Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini diikuti oleh para warga binaan Katolik dengan penuh antusias. Program pembinaan ini dirancang khusus untuk menyentuh aspek spiritual, memulihkan kesehatan mental, serta menjadi wadah introspeksi diri selama mereka menjalani masa pidana.
Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) Lapas Tual, Fransisco Fanulene, menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan fondasi utama dalam mendukung keberhasilan program pembinaan. Hak beribadah dipastikan berjalan optimal untuk memperkuat mental warga binaan. “Pembinaan spiritual ini adalah pilar mendasar dalam proses reintegrasi sosial. Kami ingin memastikan setiap warga binaan Katolik mendapatkan hak pelayanan rohani yang layak agar perubahan perilaku mereka terbentuk secara permanen dan mereka memiliki kesiapan mental untuk menata masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Fransisco.
Senada dengan itu, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Malra, Romualdus Angwarmase, memberikan materi penguatan iman yang berfokus pada pertobatan dan harapan baru melalui pendekatan humanis. “Tuhan tidak pernah melihat seberapa jauh kita terjatuh, melainkan seberapa tulus kita ingin bangkit dan berbalik kepada-Nya. Tempat ini (Lapas) bisa menjadi ruang retret pribadi bagi bapak-ibu sekalian untuk merajut kembali masa depan yang penuh harapan,” pesannya.
Sinergi berkelanjutan antara Lapas Tual dan Kemenag Malra ini diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai religius yang kuat, sehingga warga binaan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.




























