Gelar Adat Pulanga Bupati Gorontalo Disiarkan Langsung TVRI, Pemkab Berikan Apresiasi

Jumat, 16 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Limboto, Garudapost.id– Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas keterlibatan TVRI Gorontalo yang akan menyiarkan secara langsung agenda Gelar Adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, pada Sabtu besok.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi melalui Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Muchtar Potutu, usai menerima kunjungan silaturahmi jajaran TVRI Gorontalo di Rumah Dinas Bupati Gorontalo, Jumat malam (16/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan silaturahmi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Tata Usaha (KTU) TVRI Gorontalo, Marwiyah Paramata, S.S., beserta jajaran. Kedatangan tim TVRI Gorontalo ini bertujuan untuk mematangkan dan memastikan kesiapan agenda siaran langsung prosesi adat sakral tersebut.

Sebelumnya, tim TVRI Gorontalo juga telah menggelar rapat pemantapan (briefing) bersama tim Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Kabupaten Gorontalo.

Agenda perancangan liputan khusus ini didampingi oleh Sekretaris Dinas Kominfo Muchtar Potutu bersama Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Rinto Nurkamiden.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap melalui siaran langsung ini, masyarakat luas dapat menyaksikan dan melestarikan momentum bersejarah serta nilai-nilai kebudayaan lokal Gorontalo secara menyeluruh.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.
Siap Jalankan Amanah, Ketua TP-PKK Tibawa Nur’Ain Napu Siapkan Kerja Nyata dan Penguatan Sinergi
Ketua PGRI Rapia Bahuwa Tekan Penguatan Konsolidasi dan Mandatori Organisasi Pada konferensi Khusus 2026
Tracking Malaria di Mulyonegoro, 59 Warga Diperiksa, Hasil RDT Seluruhnya Negatif
Menyisir Rumah ke Rumah di Desa Lamu, Puskesmas Batudaa Pantai Gelar tracking Malaria
PGRI Kabupaten Gorontalo Dorong Guru Sehat, Gandeng IDI Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Dari Limboto untuk WBK: Inovasi “Koin Stunting” BKKBN Gorontalo Pikat Tim Penilai Nasional
Perkuat Konsolidasi dan Inovasi Pendidikan, PGRI Kabupaten Gorontalo Gelar Konferensi Kerja Cabang di Seluruh Wilayah Kecamatan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19

Gelar Adat Pulanga Bupati Gorontalo Disiarkan Langsung TVRI, Pemkab Berikan Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:59

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:34

Siap Jalankan Amanah, Ketua TP-PKK Tibawa Nur’Ain Napu Siapkan Kerja Nyata dan Penguatan Sinergi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:56

Ketua PGRI Rapia Bahuwa Tekan Penguatan Konsolidasi dan Mandatori Organisasi Pada konferensi Khusus 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:22

Tracking Malaria di Mulyonegoro, 59 Warga Diperiksa, Hasil RDT Seluruhnya Negatif

Berita Terbaru