Safari Dakwah UAS Di Gorontalo, Bangkitkan Keimanan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMBOTO, — Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan Tabligh Akbar bersama ulama nasional Ustadz Abdul Somad di Taman Menara Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Puhi mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengarkan secara langsung tausiyah keagamaan yang disampaikan Ustadz Abdul Somad.

Menurutnya, pemilihan Taman Menara Limboto sebagai lokasi kegiatan telah mempertimbangkan tingginya antusiasme masyarakat yang diperkirakan akan menghadiri tabligh akbar tersebut. Dengan lokasi yang luas, diharapkan seluruh jemaah dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan khusyuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, tabligh akbar kali ini juga memiliki makna khusus. Bupati menjelaskan, kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan 100 hari wafatnya almarhum Rahmat Gobel, sosok yang memiliki jasa dalam pembangunan Taman Menara Limboto.

Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan doa bagi almarhum, atas izin Ustadz Abdul Somad, seluruh jemaah yang hadir bersama-sama membaca Surah Al-Fatihah untuk almarhum Rahmat Gobel.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan dan pengabdian yang telah diberikan kepada masyarakat akan selalu dikenang. Doa yang dipanjatkan bersama diharapkan menjadi amal jariyah serta membawa keberkahan bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

Pada kesempatan itu, Bupati Sofyan Puhi juga menyampaikan bahwa pada hari yang sama, sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WITA, Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama jajaran lembaga adat Provinsi Gorontalo telah melaksanakan prosesi penganugerahan gelar adat Pulanga kepadanya.

Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan, doa, dan kebersamaan masyarakat sehingga prosesi adat tersebut dapat berlangsung dengan lancar.

Menurutnya, penganugerahan gelar adat bukan semata-mata bentuk penghormatan, melainkan juga amanah dan tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dalam memimpin serta mengabdi kepada masyarakat.

Bupati berharap, momentum adat dan keagamaan yang berlangsung pada hari tersebut dapat menjadi sumber keberkahan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat baru dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Gorontalo yang lebih maju dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Sofyan Puhi menyampaikan penghargaan kepada Ustadz Abdul Somad atas kesediaannya hadir dan memberikan pencerahan keagamaan kepada masyarakat Gorontalo.

Ia turut mendoakan agar Ustadz Abdul Somad senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan dakwah serta menyampaikan nasihat-nasihat keagamaan kepada umat.

Bupati juga berharap, kehadiran Ustadz Abdul Somad dapat semakin memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan semangat masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Gorontalo dalam suasana yang damai, rukun, dan penuh keberkahan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gelar Adat Pulanga Bupati Gorontalo Disiarkan Langsung TVRI, Pemkab Berikan Apresiasi
Pansus I DPRD Pohuwato Konsultasikan Ranperda Penanganan Konflik Sosial ke KemenHAM, Soroti Perlindungan HAM dan Peran Posbankum
Wilker KemenHAM Gorontalo Raih Peringkat Keempat Nasional, Lampaui Target Penguatan Kapasitas HAM hingga 200 Persen
Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.
Siap Jalankan Amanah, Ketua TP-PKK Tibawa Nur’Ain Napu Siapkan Kerja Nyata dan Penguatan Sinergi
Ketua PGRI Rapia Bahuwa Tekan Penguatan Konsolidasi dan Mandatori Organisasi Pada konferensi Khusus 2026
Peduli Laut dan Pesisir, Saka Bahari Bersama TNI AL Bersihkan Pantai Dulanga
Kemarau panjang ASN Pemkab Karawang serempak Gelar Shalat Istisqo.
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:29

Safari Dakwah UAS Di Gorontalo, Bangkitkan Keimanan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19

Gelar Adat Pulanga Bupati Gorontalo Disiarkan Langsung TVRI, Pemkab Berikan Apresiasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:11

Pansus I DPRD Pohuwato Konsultasikan Ranperda Penanganan Konflik Sosial ke KemenHAM, Soroti Perlindungan HAM dan Peran Posbankum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:06

Wilker KemenHAM Gorontalo Raih Peringkat Keempat Nasional, Lampaui Target Penguatan Kapasitas HAM hingga 200 Persen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:59

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terbaru