GARUDAPOST.ID, MANOKWARI – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, meresmikan gedung Kantor dan Rumah Dinas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat di Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu (18/4/2026).
Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan batu prasasti yang dilakukan secara virtual oleh Perry Warjiyo.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Bupati Manokwari, Hermus Indouw, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Barat.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman mewakili Gubernur BI, menyampaikan bahwa Papua Barat menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki konsep terpadu antara kantor dan rumah dinas Bank Indonesia.
Ia menekankan tiga hal utama dalam peresmian tersebut:Pertama, makna kehadiran Bank Indonesia bagi daerah, khususnya dalam memperkuat peran kelembagaan di wilayah Papua Barat.
Kedua, keberadaan Kantor Perwakilan BI di Papua Barat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat Papua serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
“Dengan hadirnya Bank Indonesia di Papua Barat, kami berharap dapat memberikan sumbangsih bagi perekonomian masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Ketiga, pembangunan kantor dan rumah dinas yang merupakan bagian dari transformasi Bank Indonesia menuju bank sentral digital terdepan dengan tata kelola yang kuat.
Menurutnya, transformasi tersebut dilakukan dalam dua aspek utama, yakni kebijakan dan kelembagaan.
Dari sisi kelembagaan, pembangunan kantor (model office) dan rumah dinas (model living) menjadi bukti nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih optimal.
“Pembangunan ini mencerminkan komitmen Bank Indonesia dalam menghadirkan layanan yang excellent serta mendukung visi sebagai bank sentral modern,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan fasilitas ini juga mendukung peningkatan produktivitas sumber daya manusia, khususnya generasi milenial dan generasi Z yang kini mendominasi struktur tenaga kerja.
Berdasarkan data, sekitar 55 persen tenaga kerja saat ini berasal dari generasi milenial dan Z, sementara generasi X hanya sebagian dari persentasi tersebut.
Kondisi ini mendorong perlunya penyesuaian pola kerja, termasuk penerapan sistem kerja yang lebih fleksibel.
“Generasi milenial dan Z memiliki karakter kerja yang berbeda, sehingga diperlukan pendekatan baru seperti model office dan model living untuk mendorong produktivitas mereka,” ungkapnya.
Ia menegaskan, produktivitas kerja menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia maju atau Indonesia Emas di masa depan.
“Kita tidak bisa mencapai Indonesia maju tanpa produktivitas kerja yang baik,” tegasnya.
Selain itu, Bank Indonesia juga berkomitmen tidak hanya meningkatkan kapasitas internal, tetapi turut berkontribusi dalam pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Momentum peresmian ini, lanjutnya, menjadi bentuk persembahan karya Bank Indonesia untuk masyarakat Papua Barat sekaligus memperkuat peran institusi dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia atas kontribusinya dalam pembangunan di Papua Barat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Bank Indonesia yang telah hadir dan berkontribusi besar di Tanah Papua Barat,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Bank Indonesia mencerminkan semangat kebersamaan yang dibangun atas dasar saling menghormati, termasuk dalam pemanfaatan lahan yang memperhatikan keseimbangan dengan lingkungan dan masyarakat.
“Bank Indonesia tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga menjaga keselarasan dengan karakter tanah Papua Barat,” tambahnya.
Gubernur juga menilai gedung kantor dan rumah dinas tersebut tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi juga representasi kebanggaan bagi masyarakat Papua Barat.
Bangunan ini diharapkan menjadi salah satu wajah baru yang memperkaya tata ruang daerah sekaligus memperkuat identitas pembangunan yang berkelanjutan di Papua Barat.(*)
(Penulis: Viki Itlay)








