Kedizon Kogoya Soroti Kemarau Panjang dan Kebakaran Hutan di Jayawijaya

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

WAMENA, GARUDAPOST.ID — Direktur Perkumpulan Embun Pegunungan, Kedizon Kogoya, menyoroti musim kemarau panjang dan meningkatnya kebakaran hutan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Hal itu disampaikannya pada Sabtu (19/9/2026) malam di kawasan Jalan Bhayangkara, Wamena. Menurut Kedizon, kondisi kemarau membuat tanah mengering dan menyulitkan masyarakat menjalankan aktivitas berkebun.

Kebiasaan kita berkebun, tetapi tanah sudah kering. Masyarakat menjadi susah berkebun,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pembakaran lahan maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Menurutnya, kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah Jayawijaya tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan permukiman warga. Karena itu, masyarakat diminta tidak sembarangan membakar rumput atau membuang puntung rokok yang masih menyala.

Kita boleh merokok, tetapi pastikan api benar-benar mati. Kondisi sekarang sangat kering sehingga puntung rokok bisa menjadi sumber bahaya,” tegasnya.

Kedizon juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan hutan sebagai daerah resapan air. Ia khawatir kerusakan vegetasi akibat kebakaran dapat meningkatkan risiko longsor dan banjir ketika curah hujan kembali tinggi.

Selain pencegahan, ia mendorong pemerintah melalui dinas terkait melakukan reboisasi atau penghijauan kembali pada kawasan hutan yang terbakar.

Penanaman ulang atau penghijauan besar-besaran perlu dilakukan untuk menjaga sumber air dan hutan sebagai sumber kehidupan masyarakat,” katanya.

Kedizon menilai upaya menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran bersama masyarakat, termasuk generasi muda.

Ia mengajak masyarakat kembali membangun kebiasaan menjaga hutan sebagaimana pesan orang tua terdahulu, termasuk menggunakan kayu yang sudah kering dan menghindari tindakan yang dapat merusak kawasan hutan.

Dalam situasi seperti ini, yang penting adalah kesadaran dan saling mengingatkan. Hutan harus kita jaga bersama,” pungkasnya.(*)

 

Facebook Comments Box

Penulis : Julianus surabut

Editor : Admin

Sumber Berita: https//:Garudapost.id

Berita Terkait

PMKRI Jayawijaya Buka MPAB-MABIM 2026, 87 Peserta Siap Ikuti Proses Kaderisasi
Tidak Ada Hutan, Tidak Ada Kehidupan”, Foker LSM Papua Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan
Ratusan Pelajar di Wamena Gelar Aksi Tolak MBG, Desak Pemerintah Prioritaskan Pendidikan
Kepala Sekolah Adat Dorong Perhatian Pemerintah terhadap Pendidikan Anak Pedalaman Papua Pegunungan
Honai Adat di Kampung Dukhigin Jayawijaya Terbakar, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Bupati Jayawijaya Salurkan Bantuan Bama untuk Warga Terdampak Kekeringan dan Kebakaran di Walik
PMKRI Jayawijaya Desak Pemerintah Tangani Dampak Kemarau Panjang
PMKRI Jayawijaya Minta Polemik Cetak Sawah Diselesaikan Lewat Musyawarah Adat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:07

PMKRI Jayawijaya Buka MPAB-MABIM 2026, 87 Peserta Siap Ikuti Proses Kaderisasi

Senin, 21 September 2026 - 14:28

Kedizon Kogoya Soroti Kemarau Panjang dan Kebakaran Hutan di Jayawijaya

Rabu, 16 September 2026 - 14:49

Tidak Ada Hutan, Tidak Ada Kehidupan”, Foker LSM Papua Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

Selasa, 15 September 2026 - 18:58

Ratusan Pelajar di Wamena Gelar Aksi Tolak MBG, Desak Pemerintah Prioritaskan Pendidikan

Selasa, 8 September 2026 - 22:09

Kepala Sekolah Adat Dorong Perhatian Pemerintah terhadap Pendidikan Anak Pedalaman Papua Pegunungan

Berita Terbaru