Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Buat Resah Kaum Emak emak di Pemalang

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Jateng|| garudapost.id

Melambungnya harga kebutuhan pokok secara bersamaan ,membuat pengeluaran rumah tangga tambah membengkak. Bahkan selembar cuan Rp.100 ribu,belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan makan satu keluarga dalam satu hari.

Diyah ( 35 ) Seorang ibu rumah tangga warga kecamatan Ampelgading,saat dikonfirmasi mengaku dampak kenaikan Kebutuhan pokok sangat dirasakan dirinya sebagai ibu rumah yang bertugas mengelola keuangan pendapatan suaminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota keluarganya berjumlah empat orang termasuk dirinya. Ia memiliki dua anak Perempuan dan laki-laki satu diantaranya seorang pelajar, ia mengeluh dengan mengatakan porsi makan anak laki-lakinya saja cukup banyak

Dirinya membeberkan untuk berbelanja beras saja dalam satu hari biasanya menghabiskan 2 liter dengan harga Rp 30.000, jika satu liternya seharga Rp 15 ribu ditambah bumbu dapur dan minyak goreng saja sudah hampir Rp 50.000.

“Duit Rp 100 ribu sehari, paling dapat beras 2 liter, Rp 30 ribu, ayam karena kebetulan dua anaknya sukanya ayam, jadi belinya pun ayam utuh Rp.45 ribu, Jadi ya bisa menghabiskan uang Rp.100 ribu lebih, saya biasa masak sehari dua kali, pagi dan sore,”kata Diyah,pada selasa ( 12/5 ).

Dirinya menambahan , Dengan jumlah anggota keluarga dan porsi makan yang banyak, uang Rp.100 ribu, tidak cukup untuk sehari, apa lagi untuk satu minggu. Jadi, menurutnya satu minggu bisa menghabiskan uang belanja antara Rp 800 ribu sampai Rp. 1 juta, itupun belum termasuk jika beli makanan di luar atau jajanan anak -anaknya.

“Jika beli makanan matang di luar nasi atau beras, itu kan Rp.40 ribu sampai Rp.60 ribu hanya menang dapat macam-macam lauknya,” terangnya.

Melambungnya harga kebutuhan pokok di tengah – tengah kesulitan mendapatkan penghasilan bagi Masyakarat menengah ke bawah,membuat mereka harus pintar mengelola keuangan keluarga, salah satunya dengan membuat jajanan dari hasil inovasi masakan sendiri, seperti yang dilakukan Diyah.

“Untuk jajanan disamping mahal jika beli di supermarket,juga saya kuwatir dengan bahannya, akhirnya anak saya yang perempuan sering saya ajak bikin jajanan sendiri dari bahan singkong, ketela atau tempe,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Ragil

Editor : Red jateng

Berita Terkait

KODIM 0712/TEGAL GELAR UPACARA PEMBUKAAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP III TA. 2026 DI JATINEGARA
Polsek Tampaksiring Kawal Pendistribusian 2.266 Porsi Makan Bergizi Gratis di Desa Manukaya
Satlantas Polres Karangasem Tingkatkan Pelayanan SIM dan Edukasi Pengendara untuk Cegah Laka Lantas
Berkendara Tanpa Menggunakan Helem,  Satlantas Polres Karangasem Berikan Tilang Manual
Kanit Binmas Polsek Baturiti berikan edukasi anti bullying kepada peserta MPLS SD Negeri 1 Baturiti
Polsek Selemadeg Timur Dampingi Kunjungan Psikiater Dinas Kesehatan Tingkatkan Penanganan ODGJ
Dedy Yon Berkomitmen Tingkatkan Akuntabilitas dan Tata Kelola Keuangan Daerah
Wujud Nyata Kolaborasi, PT dSM Dukung DLH Pemalang Ciptakan Lingkungan yang Lebih Bersih
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:46

KODIM 0712/TEGAL GELAR UPACARA PEMBUKAAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP III TA. 2026 DI JATINEGARA

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:18

Polsek Tampaksiring Kawal Pendistribusian 2.266 Porsi Makan Bergizi Gratis di Desa Manukaya

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:16

Satlantas Polres Karangasem Tingkatkan Pelayanan SIM dan Edukasi Pengendara untuk Cegah Laka Lantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:57

Berkendara Tanpa Menggunakan Helem,  Satlantas Polres Karangasem Berikan Tilang Manual

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:38

Kanit Binmas Polsek Baturiti berikan edukasi anti bullying kepada peserta MPLS SD Negeri 1 Baturiti

Berita Terbaru