Garudapost.id-Bandanaira/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional melalui panen sayuran hidroponik yang digelar di sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang terletak pada area belakang blok hunian, Selasa (21/07).
Kegiatan panen tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Banda. Kehadiran para pemangku kepentingan menjadi wujud sinergi dan dukungan nyata terhadap pelaksanaan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Pada panen kali ini, Lapas Bandanaira berhasil memanen berbagai komoditas hortikultura yang dibudidayakan melalui sistem hidroponik, yakni 26 ikat sawi dan 36 ikat selada. Seluruh hasil panen memiliki kualitas yang segar dan sehat berkat penerapan teknik budidaya hidroponik yang dilakukan secara teratur di bawah bimbingan petugas Lapas serta pendampingan dari Penyuluh pertanian kecamatan Banda.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengatakan bahwa keberhasilan panen tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif dan bernilai ekonomis.
”Panen hidroponik ini merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program Ketahanan Pangan Nasional,” ujarnya.
Samad juga mengapresiasi dukungan Forkopimcam Banda dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Banda yang senantiasa hadir memberikan pendampingan. Menurutnya, sinergi ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembinaan Warga Binaan merupakan tanggung jawab bersama dalam mencetak sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Camat Banda, Handayani Hassannusi, mengapresiasi perkembangan budidaya hidroponik yang dikelola di Lapas Bandanaira. Menurutnya, program tersebut telah menunjukkan hasil yang baik dan berpotensi terus dikembangkan sebagai sarana pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan.
”Kami mengapresiasi upaya Lapas Bandanaira yang terus berinovasi melalui budidaya hidroponik. Program ini menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat mampu melahirkan Warga Binaan yang produktif dan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah bebas,” ujarnya.
Melalui kegiatan panen ini, Lapas Bandanaira menegaskan komitmennya dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan. Program hidroponik diharapkan terus berkembang sebagai media pembelajaran yang mampu membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidananya.
















