Garudapost.id-Saparua/Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua menerima peserta Magang Kemnaker Batch I Tahun 2026 yang diawali dengan apel pagi bersama jajaran pimpinan dan pegawai, Senin (10/08/2026).
Usai apel, kegiatan penerimaan dilanjutkan di Ruang Pembinaan. Kalapas Saparua Pramuaji Buamonabot memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan gambaran mengenai lingkungan kerja pemasyarakatan kepada para peserta. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa Lapas memiliki ekosistem kerja yang unik karena tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan, rehabilitasi, penegakan hukum, serta kerja sama dalam tim.
“Di Lapas, kalian akan menemukan ekosistem kerja yang unik. Kita tidak hanya berbicara tentang administrasi, tetapi juga tentang kemanusiaan, rehabilitasi, dan penegakan hukum. Kalian akan belajar bagaimana mengelola data warga binaan, bagaimana berkomunikasi dalam lingkungan yang terstruktur, dan bagaimana bekerja sama dalam tim yang solid di bawah tekanan tugas yang dinamis,” ujarnya.
Kalapas juga berpesan agar peserta menjadikan masa magang sebagai kesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, menjaga integritas dan kedisiplinan, serta membangun relasi yang baik dengan pegawai maupun sesama peserta.
“Jangan malu bertanya, jangan ragu mencoba, dan jangan takut membuat kesalahan selama itu bagian dari proses belajar. Jaga nama baik diri kalian, kampus kalian, dan instansi kami. Datang tepat waktu, berpakaian rapi, dan bekerja dengan profesionalisme,” tambahnya.
Usai sambutan, peserta diperkenalkan dengan jajaran pimpinan Lapas Saparua, yakni Kasubsi Admisi dan Orientasi Farel P. Wosia, Kaur TU M. Akip Marasabessy, serta Kasubsi Keamanan dan Ketertiban Donny D. Lekatompessy. Kasubsi Pembinaan Florianty Talakua berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan diri peserta beserta bidang yang akan dijalani selama magang. Setelah itu dilakukan penandatanganan perjanjian magang, penyematan ID Card, dan foto bersama sebagai penanda dimulainya masa magang di Lapas Saparua.
Feinska Pollatu, peserta magang bidang Keperawatan, mengatakan kesempatan tersebut menjadi ruang baginya untuk menambah pengalaman setelah menyelesaikan pendidikan hingga profesi keperawatan.
“Saya ikut magang karena saya lulusan keperawatan dan sudah mengambil profesi. Karena masih lulusan baru, ini menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman sekaligus melihat bagaimana ilmu keperawatan diterapkan dalam kehidupan pemasyarakatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Pricilia Tehenu, peserta magang bidang Duta Layanan, melihat pengalaman kerja sebagai salah satu bekal penting sebelum memasuki dunia profesional.
“Tujuan saya ikut magang di Lapas Saparua karena ingin mendapatkan sertifikat sekaligus pengalaman kerja. Sekarang kalau kita mau bekerja, kualifikasi yang dibutuhkan juga harus ada pengalaman, jadi saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” tuturnya.
Rangkaian penerimaan kemudian dilengkapi dengan sosialisasi tata tertib dan ketentuan selama menjalani magang. Para peserta selanjutnya akan mengikuti kegiatan sesuai bidang masing-masing dengan arahan pembimbing lapangan dan jajaran Lapas Saparua.

















