Garudapost.id-langgur/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus berkomitmen memberikan bekal produktif bagi Warga Binaan. Melalui Program Pembinaan Kemandirian, para warga binaan kini dilatih secara khusus untuk memproduksi batu nisan dan prasasti berkualitas, Selasa (11/08).
Kepala Seksi Binadik (Kasi Binadik) Lapas Tual, Iswan Ternate, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk menyiapkan mental dan keahlian warga binaan. “Kami ingin memastikan mereka memiliki keterampilan kerja yang bernilai ekonomis tinggi. Saat bebas nanti, mereka tidak lagi bingung mencari kerja, melainkan mampu membuka lapangan kerja sendiri,” ujarnya.
Proses pelatihan dan produksi ini berjalan di bawah pengawasan ketat Subseksi Kegiatan Kerja. Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Tual, L. Laitera menjelaskan seluruh tahapan pembuatan mulai dari pemotongan bahan, pemahatan, hingga finishing dilakukan langsung oleh warga binaan yang telah terlatih. “Tingkat ketelitian dalam mengukir nama dan motif sangat diperhatikan. Produk yang dihasilkan tidak kalah saing dengan yang ada di pasaran luar,” jelasnya.
Program ini disambut positif oleh para Arki, warga binaan yang terlibat langsung dalam proses produksi. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan belajar keahlian yang jarang dikuasai orang awam ini. “Dulu saya tidak punya keahlian apa-apa. Di sini saya diajarkan mengukir prasasti dan membuat nisan dari nol. Ini modal berharga bagi saya untuk memulai hidup baru yang halal setelah bebas nanti,” ungkapnya penuh optimis.
Melalui program pembinaan kemandirian ini, Lapas Tual berharap dapat mengubah stigma negatif masyarakat terhadap mantan narapidana, sekaligus membuktikan bahwa Lapas adalah tempat pembentukan insan yang produktif dan kreatif.

















