Pascabanjir di Muara Bone, Rumah Warga Desa Moodulio Tertimbun Lumpur Tebal – BPBD Bone Bolango Gerak Cepat

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE BOLANGO,garudapost.id√√ – Banjir yang melanda kawasan Muara Bone pada Selasa malam (26/5/2026) meninggalkan dampak serius bagi warga Desa Moodulio, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango. Pada Rabu (27/5/2026), sehari setelah air surut, puluhan rumah ditemukan tertimbun lumpur tebal hingga setinggi betis orang dewasa.

Material lumpur yang dibawa arus dari hulu sungai mengendap di dalam rumah, halaman, dapur, bahkan menutup akses jalan desa. Aktivitas warga lumpuh total, sementara kekhawatiran akan wabah penyakit pascabencana mulai mengemuka.

Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango langsung mengerahkan tim gabungan. Bersama TNI, Polri, relawan, dan warga setempat, petugas fokus mengevakuasi kelompok rentan—terutama lansia dan anak-anak—serta menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Air datang sangat cepat, membawa lumpur dari hulu. Saat surut, lumpurnya mengeras seperti tanah liat,” ungkap salah satu warga.

Tim BPBD menggunakan sekop, gerobak dorong, dan pompa air bertekanan tinggi untuk membersihkan permukiman. Di posko pengungsian, tim medis telah disiagakan guna mencegah penyebaran penyakit seperti diare, gatal-gatal, dan infeksi kulit akibat kontak dengan lumpur kotor.

Hingga berita ini diturunkan, pendataan kerugian material masih berlangsung. Pemerintah daerah sengaja memprioritaskan keselamatan jiwa dan pemulihan akses dasar sebelum menghitung total kerugian ekonomi.

Waspada Banjir Susulan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan intensitas tinggi masih mengancam wilayah Bone Bolango dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan pesisir.

Gotong royong menjadi tulang punggung pemulihan. Namun, dukungan logistik, sanitasi, dan layanan kesehatan darurat masih sangat dibutuhkan agar proses pemulihan berjalan optimal.

Penulis: Zulkipli Uno
Editor: Redaksi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gelar Adat Pulanga Bupati Gorontalo Disiarkan Langsung TVRI, Pemkab Berikan Apresiasi
Pansus I DPRD Pohuwato Konsultasikan Ranperda Penanganan Konflik Sosial ke KemenHAM, Soroti Perlindungan HAM dan Peran Posbankum
Wilker KemenHAM Gorontalo Raih Peringkat Keempat Nasional, Lampaui Target Penguatan Kapasitas HAM hingga 200 Persen
Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.
Siap Jalankan Amanah, Ketua TP-PKK Tibawa Nur’Ain Napu Siapkan Kerja Nyata dan Penguatan Sinergi
Ketua PGRI Rapia Bahuwa Tekan Penguatan Konsolidasi dan Mandatori Organisasi Pada konferensi Khusus 2026
Peduli Laut dan Pesisir, Saka Bahari Bersama TNI AL Bersihkan Pantai Dulanga
SPPG 3T Dulamayo Selatan, Gizi Terpenuhi Ekonomi Warga Bergerak
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19

Gelar Adat Pulanga Bupati Gorontalo Disiarkan Langsung TVRI, Pemkab Berikan Apresiasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:11

Pansus I DPRD Pohuwato Konsultasikan Ranperda Penanganan Konflik Sosial ke KemenHAM, Soroti Perlindungan HAM dan Peran Posbankum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:06

Wilker KemenHAM Gorontalo Raih Peringkat Keempat Nasional, Lampaui Target Penguatan Kapasitas HAM hingga 200 Persen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:59

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:34

Siap Jalankan Amanah, Ketua TP-PKK Tibawa Nur’Ain Napu Siapkan Kerja Nyata dan Penguatan Sinergi

Berita Terbaru