Patin Sumsel Tembus Peringkat Satu Nasional, Herman Deru Dorong Program Perikanan Lebih Inovatif

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID PALEMBANG,-Sektor perikanan Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Produksi ikan patin Sumsel kini menempati peringkat pertama secara nasional, menjadi salah satu bukti besarnya potensi perikanan daerah.

Capaian tersebut mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru. Ia mendorong agar prestasi tersebut tidak berhenti pada pencapaian produksi, tetapi dikembangkan melalui inovasi dan program unggulan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Herman Deru saat menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) perikanan kepada nelayan dan pembudidaya ikan di Sumsel, Rabu (26/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Herman Deru menegaskan, meski pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian dan efisiensi anggaran, sektor perikanan tetap menjadi salah satu perhatian Pemprov Sumsel.

Menurutnya, sektor perikanan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka lapangan usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Di tengah kesederhanaan anggaran, Pemprov Sumsel tetap memberikan perhatian penuh kepada para pelaku perikanan. Ini wujud dorongan moril dan materiil agar produksi perikanan kita tidak boleh terhenti,” tegas Herman Deru.

Herman Deru Tantang Dinas Perikanan Ciptakan Terobosan

Tak hanya memberikan bantuan, Herman Deru juga menantang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel untuk melahirkan program unggulan yang mampu mengangkat potensi perikanan Sumsel ke tingkat yang lebih tinggi.

Ia meminta jajaran dinas terkait segera menyusun inovasi yang dapat memperkuat komoditas perikanan Sumsel sekaligus meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional.

“Saya tantang Pak Aries dan jajaran untuk segera menyusun program unggulan perikanan Sumsel. Saya tunggu ide-ide terbaiknya. Kita sangat serius menggarap sektor ini,” ujarnya.

“Herman Deru menilai potensi perikanan Sumsel sangat besar. Karena itu, pengembangannya tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sarana produksi, tetapi juga membutuhkan inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi serta perluasan akses pasar.

“Dengan langkah tersebut, nelayan dan pembudidaya diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus memperoleh nilai tambah dari hasil usaha mereka.

“Puluhan Ribu Benih dan Sarpras Disalurkan

“Dalam penyaluran bantuan kali ini, Pemprov Sumsel memberikan berbagai sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan nelayan, pembudidaya, hingga pelaku pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

“Bantuan tersebut meliputi 92.000 ekor benih ikan yang terdiri dari patin, lele dan nila, serta 60.000 kilogram pakan ikan.

“Pemprov Sumsel juga menyalurkan 14 unit mesin pencetak pakan dan 1 unit Keramba Jaring Apung (KJA).

“Sementara bagi nelayan perairan umum daratan (PUD), bantuan diberikan berupa 64 unit mesin perahu berkapasitas 6,5 PK dan 12 unit mesin kapal berkapasitas 24 PK.

“Untuk mendukung penyimpanan dan pengolahan hasil tangkapan, turut diserahkan 20 unit coolbox dan 22 unit chest freezer kepada pelaku pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

“Bantuan tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi, menjaga kualitas hasil tangkapan, memperpanjang masa simpan ikan serta meningkatkan pendapatan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor perikanan.

“Patin Nomor Satu, Lele dan Nila Juga Berprestasi

“Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, H. Aries Irwan Wahyu, S.STPi., M.Si., mengatakan perhatian pemerintah terhadap sektor perikanan telah memberikan dampak positif terhadap produksi daerah.

“Ia menyebutkan, produksi ikan patin Sumsel saat ini berada di peringkat pertama nasional. Sementara produksi ikan lele berada di peringkat keempat dan nila di peringkat kesembilan nasional.

“Produksi ikan patin kita berada di peringkat satu nasional, lele peringkat empat, dan nila peringkat sembilan. Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi besar sektor budidaya dan nelayan Sumsel terhadap ketahanan pangan nasional,” jelas Aries.

“Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Sumsel untuk terus memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.

“Penguatan sarana produksi juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku ikan bagi industri pengolahan dan kuliner.

“Salah satunya adalah industri pempek yang membutuhkan pasokan ikan secara berkelanjutan sebagai bahan baku utama.

“Dengan produksi patin yang telah berada di posisi teratas nasional dan didukung berbagai komoditas perikanan lainnya, Sumsel memiliki peluang besar menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu komoditas unggulan sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.

“Pemprov Sumsel berharap bantuan yang diberikan tidak berhenti sebatas penyaluran sarana, tetapi mampu menjadi pemicu peningkatan produktivitas, pendapatan masyarakat serta daya saing hasil perikanan Sumsel.

Facebook Comments Box

Penulis : Kurnia

Editor : Ahmad

Berita Terkait

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026
pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026
Sat Reskrim Polres Ogan Ilir Gagalkan Pengangkutan 4.200 Liter BBM Olahan
Tragedi Berdarah di Ogan Ilir: Lerai Pertikaian, Seorang Ayah Tewas Ditangan Anak Kandung Usai Tusuk Kepala Desa
Oknum Polisi PALI Cuma Dihukum 7 Hari, Keluarga Korban Murka: “Kami Minta Keadilan
Pembukaan Kejuaraan Tinju Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Sumsel tahun 2026
Pembagian paket sekolah anak Indonesia tahap 1 oleh keluarga besar purna Adhyaksa tahun 2026
permohonaan warga berharap pemerintah kota Lubuklinggau berklapikasi terhadap laporan isi hati seorang keluhan warga pada hak layak menerimah bantuan 
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:42

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:37

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:07

Sat Reskrim Polres Ogan Ilir Gagalkan Pengangkutan 4.200 Liter BBM Olahan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:38

Tragedi Berdarah di Ogan Ilir: Lerai Pertikaian, Seorang Ayah Tewas Ditangan Anak Kandung Usai Tusuk Kepala Desa

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:03

Oknum Polisi PALI Cuma Dihukum 7 Hari, Keluarga Korban Murka: “Kami Minta Keadilan

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59