Garudapost.id-Saumlaki/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki kembali melaksanakan Apel Kesadaran Narapidana yang diikuti oleh seluruh warga binaan di lapangan dalam Lapas, Senin (3/8). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin ini bertujuan menanamkan kedisiplinan, meningkatkan kesadaran terhadap tata tertib, serta memperkuat komitmen warga binaan dalam mengikuti proses pembinaan.
Apel berlangsung tertib dan khidmat. Dalam amanatnya, petugas mengingatkan warga binaan untuk senantiasa mematuhi tata tertib, menjaga keamanan dan ketertiban, memelihara kebersihan lingkungan hunian, serta berpartisipasi aktif dalam setiap program pembinaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, menegaskan bahwa apel kesadaran merupakan salah satu media pembinaan karakter yang dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan.
“Melalui apel kesadaran yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin, kami ingin menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan. Kesadaran untuk berubah harus tumbuh dari dalam diri setiap warga binaan agar proses pembinaan berjalan optimal dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Agung.
Senada, Kasubsi Keamanan dan Ketertiban Lapas Saumlaki, Andrey Maspaitella, mengatakan bahwa apel kesadaran juga menjadi sarana penguatan keamanan dan evaluasi kedisiplinan warga binaan melalui penyampaian informasi serta penguatan nilai-nilai pembinaan.
“Apel kesadaran menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya mematuhi tata tertib, menjaga keamanan dan ketertiban, serta membangun budaya disiplin di lingkungan Lapas. Keterlibatan aktif warga binaan menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif,” ungkap Andrey.
Pada kesempatan tersebut, seluruh warga binaan secara bersama-sama membacakan Catur Dharma Narapidana sebagai bentuk komitmen untuk menaati peraturan, mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh, serta terus memperbaiki diri agar siap kembali menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab.
Salah seorang warga binaan, berinisial, MA, mengaku kegiatan apel memberikan motivasi untuk terus berbenah selama menjalani masa pidana.
“Apel kesadaran dan pembacaan Catur Dharma Narapidana menjadi pengingat bagi kami untuk tetap disiplin, menaati peraturan, dan mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh agar menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi konsistensi Lapas Saumlaki dalam menyelenggarakan pembinaan yang membangun karakter warga binaan.
“Pembinaan yang dilaksanakan secara konsisten akan mendorong perubahan perilaku warga binaan. Disiplin dan kesadaran merupakan modal utama dalam mempersiapkan mereka untuk kembali menjadi pribadi yang produktif dan bertanggung jawab di tengah masyarakat,” ujar Ricky.
Melalui pelaksanaan Apel Kesadaran Narapidana setiap hari Senin, Lapas Saumlaki terus memperkuat budaya disiplin, keamanan, dan ketertiban sebagai bagian dari pembinaan yang berkesinambungan dalam mewujudkan warga binaan yang siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.


























