GORONTALO Garudapost. Id— Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gorontalo terus mendorong pembaruan organisasi melalui sejumlah program inovatif yang diarahkan untuk memperkuat pelayanan, pembinaan, dan kesejahteraan anggota.
Sejumlah program tersebut disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Rapia Bahuwa, saat membuka Konferensi Kerja I PGRI Gabungan Cabang Limboto Grup Tahun 2026, Sabtu (5/9)
Rapia mengungkapkan, salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah penataan struktur organisasi melalui pembentukan Cabang Khusus untuk jenjang SMA, KBLS, dan SMK se-Kabupaten Gorontalo.
Pembentukan Cabang Khusus SMA/KBLS direncanakan pada minggu pertama Oktober 2026, sementara Cabang Khusus SMK dijadwalkan pada minggu kedua Oktober 2026.
Dengan penataan tersebut, anggota PGRI jenjang SMA dan SMK yang selama ini tergabung dalam Limboto Grup akan memiliki wadah organisasi yang lebih spesifik sehingga pembinaan dan koordinasi dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Penataan ini bukan sekadar pemisahan struktur, tetapi bagian dari upaya kita memperkuat pembinaan anggota sesuai karakteristik dan jenjang pendidikan masing-masing,” kata Rapia.
Selain pembenahan organisasi, PGRI Kabupaten Gorontalo juga menggagas program yang menyentuh langsung aspek kesehatan para pendidik.
Melalui kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia, PGRI akan menggelar penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para guru pada 27 September 2026 di Aula KGBK Gorontalo.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 150 dokter yang akan memberikan pelayanan pemeriksaan secara langsung kepada peserta.
Dari total target 500 penerima manfaat, PGRI memperoleh kuota khusus sebanyak 150 peserta, dengan prioritas antara lain bagi guru yang sedang hamil serta jajaran pengurus PGRI dari tingkat TK hingga SMA/SMK.
Menurut Rapia, program tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap kondisi dan kesejahteraan guru yang tidak hanya menyangkut aspek profesional, tetapi juga kesehatan.
“Guru yang sehat akan lebih optimal dalam menjalankan tugasnya. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan anggota menjadi bagian penting dari penguatan organisasi,” ujarnya.
Rangkaian inovasi tersebut, lanjut Rapia, diharapkan menjadi langkah awal bagi PGRI Kabupaten Gorontalo untuk membangun organisasi yang semakin responsif terhadap kebutuhan anggotanya.
Penataan struktur organisasi diharapkan memperkuat efektivitas pembinaan, sementara kerja sama layanan kesehatan menjadi bentuk nyata kehadiran PGRI dalam memberikan manfaat langsung kepada para guru.
“Kita ingin PGRI tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota,” pungkas Rapia.




























