Pisah Sambut Kapolres Lubuk Linggau: AKBP Adithia Bagus Arjunadi Tinggalkan Jabatan, AKBP Catur Erwin Setiawan Resmi Melanjutkan Kepemimpinan

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID LUBUK LINGGAU,-Pergantian pucuk pimpinan Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan berlangsung khidmat, penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan, Sabtu (15/8/2026).

“Kegiatan pisah sambut tersebut menandai berakhirnya masa tugas AKBP Adithia Bagus Arjunadi, S.H., S.I.K., M.I.K. sebagai Kapolres Lubuk Linggau sekaligus menyambut AKBP Catur Erwin Setiawan, S.I.K., M.H. sebagai Kapolres Lubuk Linggau yang baru.

“yang diwawancarai oleh awak media Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Kesatuan dan penyampaian Laporan Kesatuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban, sebelum ditutup dengan Parade Pelepasan sebagai bentuk penghormatan kepada AKBP Adithia Bagus Arjunadi yang telah menyelesaikan tugas kepemimpinannya.

“Tongkat Estafet Kepemimpinan
Dalam suasana penuh persaudaraan, tongkat estafet kepemimpinan Polres Lubuk Linggau resmi beralih kepada AKBP Catur Erwin Setiawan.

“Pergantian kepemimpinan tersebut bukan sekadar pergantian sosok pimpinan, tetapi menjadi bagian dari kesinambungan amanah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Lubuk Linggau.

“Apel Kesatuan menjadi momentum penyatuan sikap seluruh jajaran. Melalui Laporan Kesatuan, pimpinan baru mendapatkan gambaran mengenai kondisi organisasi, kesiapan personel, dinamika kamtibmas serta berbagai tantangan tugas yang dihadapi Polres Lubuk Linggau.

“Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan langkah strategis kepemimpinan ke depan.

“Ramah Tamah Penuh Kekeluargaan,Usai rangkaian kegiatan resmi, suasana berlanjut dalam ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.

“Para perwira, bintara, serta tamu undangan berkumpul dalam suasana kekeluargaan. Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi AKBP Catur Erwin Setiawan untuk berinteraksi dengan jajaran Polres Lubuk Linggau.

“Sementara bagi AKBP Adithia Bagus Arjunadi, momen tersebut menjadi kesempatan untuk berpamitan sekaligus menyampaikan pesan dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah mendukung pelaksanaan tugasnya.

“Dalam kesempatan tersebut, AKBP Adithia Bagus Arjunadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Polres Lubuk Linggau, Pemerintah Kota Lubuk Linggau, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bersinergi selama dirinya memimpin.

“Ia juga berpesan agar kekompakan, kedisiplinan dan semangat pengabdian yang telah terbangun selama ini dapat terus dipertahankan di bawah kepemimpinan Kapolres yang baru.

“Sementara itu, AKBP Catur Erwin Setiawan menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan capaian yang telah ditorehkan pendahulunya.

“Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga soliditas, meningkatkan kinerja serta melanjutkan berbagai program positif demi mewujudkan situasi Kota Lubuk Linggau yang semakin aman, tertib dan kondusif.

“Parade Pelepasan Penuh Haru
Puncak kegiatan ditandai dengan Parade Pelepasan yang berlangsung khidmat.

“Seluruh personel berbaris rapi memberikan penghormatan kepada AKBP Adithia Bagus Arjunadi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, arahan, keteladanan dan pengabdian selama memimpin Polres Lubuk Linggau.

“Parade tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus penghormatan atas pengabdian seorang pimpinan yang telah menyelesaikan tugasnya.

“Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi seluruh jajaran untuk menyambut kepemimpinan baru dengan semangat dan tekad bersama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Terima Kasih dan Selamat Bertugas
Pergantian kepemimpinan bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan awal dari perjalanan dan tanggung jawab baru.

“Jejak pengabdian, ketegasan serta kebersamaan yang telah dibangun AKBP Adithia Bagus Arjunadi diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan Polres Lubuk Linggau ke depan.

“Kepada AKBP Catur Erwin Setiawan, jajaran Polres Lubuk Linggau menyambut kepemimpinan baru dengan harapan dapat terus membawa organisasi semakin profesional, solid dan semakin dekat dengan masyarakat.

“Selamat datang dan selamat bertugas AKBP Catur Erwin Setiawan, S.I.K., M.H.
Terima kasih dan selamat melanjutkan pengabdian AKBP Adithia Bagus Arjunadi, S.H., S.I.K., M.I.K.

“Semoga setiap langkah pengabdian senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan dan kesuksesan, serta membawa kebaikan bagi masyarakat, institusi Polri dan keluarga.

Facebook Comments Box

Penulis : Hamsana

Editor : Ahmad

Berita Terkait

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026
pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026
Sat Reskrim Polres Ogan Ilir Gagalkan Pengangkutan 4.200 Liter BBM Olahan
Tragedi Berdarah di Ogan Ilir: Lerai Pertikaian, Seorang Ayah Tewas Ditangan Anak Kandung Usai Tusuk Kepala Desa
Oknum Polisi PALI Cuma Dihukum 7 Hari, Keluarga Korban Murka: “Kami Minta Keadilan
Pembukaan Kejuaraan Tinju Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Sumsel tahun 2026
Pembagian paket sekolah anak Indonesia tahap 1 oleh keluarga besar purna Adhyaksa tahun 2026
permohonaan warga berharap pemerintah kota Lubuklinggau berklapikasi terhadap laporan isi hati seorang keluhan warga pada hak layak menerimah bantuan 
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:42

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:37

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:07

Sat Reskrim Polres Ogan Ilir Gagalkan Pengangkutan 4.200 Liter BBM Olahan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:38

Tragedi Berdarah di Ogan Ilir: Lerai Pertikaian, Seorang Ayah Tewas Ditangan Anak Kandung Usai Tusuk Kepala Desa

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:03

Oknum Polisi PALI Cuma Dihukum 7 Hari, Keluarga Korban Murka: “Kami Minta Keadilan

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59