Polda Sumsel Padukan Ikhtiar Spiritual dan Kepedulian Sosial di Tengah Ancaman Karhutla

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggelar Sholat Istisqo di Lapangan Mapolda Sumsel, Kamis (27/8/2026), sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera Selatan.

“Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel dan seluruh personel beragama Islam di lingkungan Mapolda Sumsel.

“Pelaksanaan Sholat Istisqo menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah meningkatnya potensi Karhutla akibat kondisi kemarau. Berdasarkan pemantauan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan, jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Selatan menunjukkan peningkatan dalam dua pekan terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain Sholat Istisqo, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum tersebut juga diisi dengan kepedulian sosial melalui penyerahan bantuan sosial secara simbolis oleh Kapolda Sumsel kepada masyarakat dan pihak-pihak yang membutuhkan.

“Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan upaya Polda Sumsel dalam menghadapi kondisi kemarau melalui pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya melalui langkah operasional penanganan Karhutla, tetapi juga ikhtiar spiritual dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

“Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan Sholat Istisqo merupakan bagian dari ikhtiar spiritual yang melengkapi berbagai langkah operasional kepolisian dalam menghadapi ancaman Karhutla.

“Penanggulangan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan upaya fisik dan penegakan hukum. Secara operasional, kami terus melakukan sosialisasi, patroli rutin hingga upaya pemadaman api. Sholat Istisqo ini adalah wujud ikhtiar spiritual kita memohon hujan kepada Yang Maha Kuasa,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

“Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kondisi cuaca ekstrem.

“Melalui momentum peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan pembagian bansos ini, kami juga berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak langsung oleh cuaca ekstrem,” lanjut Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

“Polda Sumsel bersama jajaran di wilayah terus melakukan berbagai langkah pencegahan dan penanganan Karhutla melalui patroli, pemantauan titik panas, sosialisasi kepada masyarakat, serta respons terhadap titik api yang ditemukan di lapangan.

“Di sisi lain, kegiatan Sholat Istisqo dan penyaluran bantuan sosial menjadi wujud kehadiran Polri dalam merespons kondisi masyarakat secara humanis. Perpaduan antara ikhtiar spiritual, kepedulian sosial, pencegahan, dan langkah operasional di lapangan diharapkan dapat memperkuat upaya bersama menghadapi musim kemarau dan risiko Karhutla.

“Polda Sumsel mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.

“Melalui berbagai ikhtiar tersebut, Polda Sumatera Selatan terus berkomitmen menjaga keselamatan masyarakat, mencegah meluasnya Karhutla, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif di tengah tantangan musim kemarau.

Facebook Comments Box

Penulis : Kurnia

Editor : Ahmad

Berita Terkait

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026
pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026
Sat Reskrim Polres Ogan Ilir Gagalkan Pengangkutan 4.200 Liter BBM Olahan
Tragedi Berdarah di Ogan Ilir: Lerai Pertikaian, Seorang Ayah Tewas Ditangan Anak Kandung Usai Tusuk Kepala Desa
Oknum Polisi PALI Cuma Dihukum 7 Hari, Keluarga Korban Murka: “Kami Minta Keadilan
Pembukaan Kejuaraan Tinju Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Sumsel tahun 2026
Pembagian paket sekolah anak Indonesia tahap 1 oleh keluarga besar purna Adhyaksa tahun 2026
permohonaan warga berharap pemerintah kota Lubuklinggau berklapikasi terhadap laporan isi hati seorang keluhan warga pada hak layak menerimah bantuan 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:42

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:37

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:07

Sat Reskrim Polres Ogan Ilir Gagalkan Pengangkutan 4.200 Liter BBM Olahan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:38

Tragedi Berdarah di Ogan Ilir: Lerai Pertikaian, Seorang Ayah Tewas Ditangan Anak Kandung Usai Tusuk Kepala Desa

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:03

Oknum Polisi PALI Cuma Dihukum 7 Hari, Keluarga Korban Murka: “Kami Minta Keadilan

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59