GARUDAPOST.ID
TOBA – Meski telah direhabilitasi pada November 2025, Puskesmas Pembantu (PUSTU) Sintong Marnipi hingga kini diduga belum berfungsi secara optimal. Dari pantauan di lapangan, kondisi bangunan masih tampak kurang terawat. Halaman dipenuhi rumput liar, tumpukan material bangunan, sampah, serta sejumlah alat kesehatan (alkes) yang terlihat berserakan.
Pada Jumat (24/7), tim media mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. Seorang warga mengaku bahwa selama lebih dari dua tahun desa tersebut tidak memiliki bidan desa sejak almarhumah Boru Sibarani meninggal dunia.
“Percuma gedung dibangun kalau tidak difungsikan. Sudah lebih dua tahun kami tidak punya bidan desa,” ujarnya.

Warga juga menyampaikan bahwa apabila ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka terpaksa berobat ke fasilitas kesehatan lain, seperti di Sidulang maupun ke ibu kota Kecamatan Laguboti.
Meski demikian, warga memastikan pelayanan Posyandu bagi balita dan lansia tetap berjalan. Petugas kesehatan dari kecamatan datang secara berkala untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
“Kalau posyandu balita dan lansia tetap ada. Petugas medis datang dari kecamatan,” kata warga.
Di lokasi, tim media mendapati halaman yang kurang terawat, sejumlah alat kesehatan berada di luar bangunan, serta ruangan yang tampak kosong.
Namun, keterangan berbeda disampaikan warga lain yang melintas.
Menurutnya, saat ini telah ada pengganti almarhumah Boru Sibarani, yakni seorang bidan bermarga Siahaan. Ia juga menyebut sehari sebelumnya telah dilakukan kegiatan pembersihan di sekitar PUSTU.
Perbedaan informasi dari warga tersebut menunjukkan perlunya penjelasan resmi dari Puskesmas Laguboti maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Toba mengenai status operasional PUSTU Sintong Marnipi, keberadaan tenaga kesehatan yang bertugas, serta bentuk pelayanan kesehatan yang saat ini diterima masyarakat.
Penulis : Tomuan.S
Editor : S Tarigan

















