Sekolah di Selemadeg Barat Mandiri Kelola Sampah Jadi Contoh Edukasi Lingkungan Berbasis Sumber

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tabanan — Praktik pengelolaan sampah mandiri yang diterapkan di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Selemadeg Barat mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Hal ini terungkap saat Kelompok Ahli Bidang Komunikasi Pemkab Tabanan, I Wayan Ariasa, melakukan kunjungan ke dua sekolah tersebut, Rabu (6/5).

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung implementasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang dinilai telah berjalan secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Dari hasil pemantauan, para guru bersama siswa di kedua sekolah mampu mengelola sampah secara sistematis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sampah anorganik dipilah dan dijual ke bank sampah, sementara sampah organik diolah menjadi produk bernilai guna seperti kompos, eco enzyme, hingga produk turunan lainnya.
“Apa yang dilakukan oleh SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Selemadeg Barat ini patut diapresiasi. Mereka tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa sejak dini,” ujar Ariasa.

Di SMP Negeri 1 Selemadeg Barat, Ariasa juga berkesempatan bertatap muka langsung dengan para siswa untuk memberikan literasi tentang pentingnya budaya hidup bersih dan sehat. Menurutnya, pendidikan karakter berbasis lingkungan harus dimulai dari usia sekolah.

“Membangun budaya hidup bersih dan sehat harus dimulai sejak dini. Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.
Keterlibatan aktif siswa dalam proses pemilahan dan pengolahan sampah dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Selain mengurangi volume sampah, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi praktis yang membentuk kebiasaan positif.

Sementara itu, di SMP Negeri 2 Selemadeg Barat, komitmen pengelolaan sampah diperkuat melalui kebijakan formal berupa surat keputusan (SK) kepala sekolah. Kebijakan ini menjadi dasar pelaksanaan program secara konsisten dan berkelanjutan.
“Langkah ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Tabanan. Jika diterapkan secara luas, pengelolaan sampah berbasis sumber akan sangat membantu mengurangi beban lingkungan,” tegas Ariasa.

Ke depan, praktik baik ini diharapkan dapat direplikasi tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat luas. Upaya tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KODIM 0712/TEGAL GELAR UPACARA PEMBUKAAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP III TA. 2026 DI JATINEGARA
Polsek Tampaksiring Kawal Pendistribusian 2.266 Porsi Makan Bergizi Gratis di Desa Manukaya
Satlantas Polres Karangasem Tingkatkan Pelayanan SIM dan Edukasi Pengendara untuk Cegah Laka Lantas
Berkendara Tanpa Menggunakan Helem,  Satlantas Polres Karangasem Berikan Tilang Manual
Kanit Binmas Polsek Baturiti berikan edukasi anti bullying kepada peserta MPLS SD Negeri 1 Baturiti
Polsek Selemadeg Timur Dampingi Kunjungan Psikiater Dinas Kesehatan Tingkatkan Penanganan ODGJ
Dedy Yon Berkomitmen Tingkatkan Akuntabilitas dan Tata Kelola Keuangan Daerah
Wujud Nyata Kolaborasi, PT dSM Dukung DLH Pemalang Ciptakan Lingkungan yang Lebih Bersih
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:46

KODIM 0712/TEGAL GELAR UPACARA PEMBUKAAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP III TA. 2026 DI JATINEGARA

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:18

Polsek Tampaksiring Kawal Pendistribusian 2.266 Porsi Makan Bergizi Gratis di Desa Manukaya

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:16

Satlantas Polres Karangasem Tingkatkan Pelayanan SIM dan Edukasi Pengendara untuk Cegah Laka Lantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:57

Berkendara Tanpa Menggunakan Helem,  Satlantas Polres Karangasem Berikan Tilang Manual

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:38

Kanit Binmas Polsek Baturiti berikan edukasi anti bullying kepada peserta MPLS SD Negeri 1 Baturiti

Berita Terbaru