GORONTALO, Garudapost.ID — Pemanfaatan silika diperkenalkan sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung peningkatan produktivitas tanaman, khususnya padi, melalui penerapan program Pengawalan Mandiri/Peningkatan Produksi Akselerasi Agribisnis Sektor Pertanian (PM AAS).
Upaya tersebut diperkuat PT Agro Aman Nusantara melalui diskusi dan pertukaran pengetahuan bersama para penyuluh pertanian. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membahas penerapan silika di lapangan sekaligus memperkuat pemahaman penyuluh mengenai penggunaannya dalam mendukung budidaya tanaman.
Dalam diskusi tersebut, silika dibahas sebagai bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) PM AAS, terutama dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi, jagung, serta sejumlah komoditas hortikultura.
Direktur PT Agro Aman Nusantara, Mulad Bambang Henga, mengatakan pemanfaatan silika pada tanaman sebenarnya telah dilakukan pihaknya jauh sebelum penggunaannya semakin dikenal dalam program PM AAS.
“Jauh sebelum penggunaan silika dalam program PM AAS booming seperti sekarang, kami sudah mengaplikasikannya secara penuh pada tanaman padi. Hasilnya sangat luar biasa. Salah satu demplot kami di Jombang pada tahun 2020 berhasil mencapai produksi 14 ton gabah per hektare,” ujar Mulad.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar perusahaan untuk terus mengembangkan pemanfaatan teknologi pemupukan berbasis mineral alami di berbagai daerah.
PT Agro Aman Nusantara sendiri memiliki sejumlah produk berbasis mineral, di antaranya G-Lite, Selbo Lite, dan MgO. Pengembangan aplikasi silika di Gorontalo telah dilakukan sejak 2023, terutama untuk mendukung budidaya jagung dan sejumlah komoditas hortikultura, termasuk bawang merah di wilayah Molawahu.
Untuk mendukung kebutuhan petani, perusahaan juga menyiapkan ketersediaan produk di daerah.
“Kami telah menyiagakan stok sekitar 10 ton silika di Gorontalo untuk siap memenuhi kebutuhan petani padi maupun jagung,” kata Mulad.
Dalam diskusi bersama penyuluh, pentingnya pengujian langsung melalui demplot juga menjadi perhatian. Uji lapangan dinilai dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai respons tanaman terhadap aplikasi silika pada karakteristik lahan yang berbeda.
Agro Aman Nusantara menyatakan siap mendampingi penyuluh dan petani dalam pengembangan demplot sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengujian di lapangan.
“Kami berharap diskusi ini ditindaklanjuti dengan pembentukan demplot-demplot baru. Dengan begitu, penyuluh dan petani bisa menyaksikan sendiri respons tanaman terhadap penggunaan silika pada lahan mereka,” ujar Mulad.
Secara agronomis, silika dikenal berperan dalam memperkuat jaringan tanaman. Pada tanaman padi, keberadaan silika dalam jaringan dapat membantu memperkokoh batang dan daun serta mendukung ketahanan tanaman terhadap kondisi lingkungan dan risiko rebah.
Daun yang lebih tegak juga dapat membantu tanaman memperoleh cahaya secara optimal untuk proses fotosintesis. Karena itu, pemanfaatan silika menjadi salah satu pendekatan yang terus dikaji dalam mendukung efisiensi penggunaan unsur hara dan air serta peningkatan produktivitas tanaman.
Melalui penguatan peran penyuluh, pengujian berbasis demplot, serta pendampingan kepada petani, pemanfaatan silika diharapkan dapat menjadi bagian dari inovasi budidaya yang mendukung peningkatan produktivitas padi dan komoditas pertanian lainnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.



















