LIMBOTO, GARUDAPOST. ID— Ribuan warga memadati ruas jalan di Kabupaten Gorontalo, Rabu (2/9/2026), mengikuti Pawai Kendaraan Hias Islami dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Pawai bertajuk “ABPEDNAS & SRIKANDI Jaga Desa BERSHOLAWAT” tersebut dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur dari Lapangan Isimu Utara, Kecamatan Tibawa.
Semarak pawai semakin terasa dengan keterlibatan ratusan kendaraan. Sedikitnya 120 unit mobil hias dan 200 unit sepeda motor ikut ambil bagian dalam iring-iringan yang bergerak dari Kecamatan Tibawa menuju pusat pemerintahan Kabupaten Gorontalo.
Dari titik pemberangkatan, kendaraan peserta bergerak menyusuri jalur yang telah ditentukan dengan membawa berbagai ornamen bernuansa Islami. Lantunan shalawat turut mengiringi perjalanan hingga seluruh rombongan tiba di kawasan Pakaya Tower, yang menjadi titik berkumpulgather sekaligus lokasi penyambutan peserta.
Kedatangan rombongan disambut Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Maryam Sofyan Puhi dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Venny Junus Anwar.
Sejak awal pemberangkatan, suasana pawai berlangsung semarak. Kendaraan dihias dengan beragam ornamen Islami, sementara peserta dan masyarakat bersama-sama melantunkan shalawat. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias menyaksikan iring-iringan kendaraan di sepanjang jalur yang dilalui.
Peserta pawai berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa dan kelurahan, organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, badan usaha milik daerah (BUMD), tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga pengurus remaja masjid.
Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Semangat bershalawat ini harus kita jaga. Maulid Nabi bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun kebersamaan, menjaga persatuan, dan memperkuat kepedulian di tengah masyarakat,” ujar Tonny.
Tonny menilai semangat kebersamaan yang terlihat dalam pawai sejalan dengan upaya pemerintah daerah membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, serta kehidupan keagamaan yang kuat.
Karena itu, kata Tonny, pemerintah daerah akan terus memberikan ruang bagi kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang mampu mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi. Kita juga harus membangun manusia, membangun akhlak, memperkuat persaudaraan, dan menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Gorontalo,” katanya.
Sementara itu, Ketua SRIKANDI Jaga Desa Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, mengatakan pawai tersebut tidak sekadar menjadi agenda perayaan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
Menurut Maryam, keterlibatan berbagai unsur dalam pawai menunjukkan bahwa semangat keagamaan dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
“Melalui acara ini, mari kita bumikan shalawat, memperkuat tali persaudaraan, serta terus menyiarkan nilai-nilai Islam dengan tetap menjaga tradisi dan keberagaman di desa kita,” ujar Maryam.
Berakhirnya pawai di kawasan Pakaya Tower menjadi penutup rangkaian perjalanan kendaraan hias sekaligus momentum berkumpulnya pemerintah daerah, masyarakat, organisasi desa, pelajar, dan berbagai elemen lainnya dalam suasana penuh kebersamaan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pawai ini juga menjadi gambaran kuatnya semangat masyarakat Kabupaten Gorontalo dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus menghadirkan syiar Islam melalui kegiatan yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat




























