Tokoh Adat Suku Kosi Alua Tolak Program Cetak Sawah di Usilimo

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, GARUDAPOST.ID – Pemilik dan ahli waris Suku Kosi Alua menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan Program Cetak Sawah di wilayah Helepalek dan Nasiginmo, Kampung Isaima, Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Pernyataan tersebut disampaikan tokoh adat Pilatus Alua di kawasan Wosi, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (25/8/2026).

Pilatus mengatakan tanah Helepalek dan Nasiginmo merupakan tanah warisan turun-temurun Suku Kosi Alua yang menjadi sumber kehidupan masyarakat adat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keputusan penolakan telah disepakati melalui rapat keluarga besar pada 22 Agustus 2026. Ia menegaskan, setiap aktivitas di atas tanah adat harus terlebih dahulu mendapat persetujuan pemilik dan ahli waris.

“Tanah ini adalah warisan turun-temurun dan menjadi kehidupan kami. Karena itu, setiap keputusan terkait pemanfaatannya harus melalui musyawarah keluarga besar,” kata Pilatus.

Penolakan tersebut disebut mendapat dukungan dari sejumlah suku, yakni Aropaka, Wetipo Alua, Wilil Himan, Wilil Sorabut, Hilapok Peragaye, Kosi Hilapok, dan Dabi Alua.

Pihak Suku Kosi Alua juga menyatakan bahwa mulai 25 Agustus 2026, lokasi Helepalek dan Nasiginmo tidak diperbolehkan untuk aktivitas Program Cetak Sawah tanpa persetujuan pemilik dan ahli waris.

Mereka meminta pemerintah, investor, tokoh adat, dan seluruh pihak terkait menghormati keputusan tersebut serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Tanah adalah nyawa kami. Karena itu, kami akan menjaga dan mempertahankannya bersama,” tegas Pilatus.

(Red)

Facebook Comments Box

Penulis : Julianus surabut

Editor : Admin

Sumber Berita: Garudapost.id

Berita Terkait

Kasat Reskrim Polres Tanah Datar Terus Bergerak, Kasus Pencurian Berbulan-bulan Akhirnya Terungkap
Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya
Dugaan “Rp250 Juta Hilang, Klinik Tak Ada — DR. ESTER Dan NICKY Tipu DH Dan Cemari Nama Baik , Dilanjutkan Hingga IDI”
Dugaan “Penipuan Raksasa: DR. ESTER DAN NICKY TIPU 250 JUTA — KERJA FIKTIF, BARANG TAK ADA, UANG SUDAH DIAMBIL”
PMKRI Jayawijaya Salurkan Bantuan dan Soroti Kekurangan Fasilitas Panti Asuhan
AMPTPI Jayawijaya Soroti New York Agreement dan Dinamika Papua dalam Aksi KNPB
Konsolidasi Kaum Muda Lanny Jaya Dorong Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
Berita ini 147 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:36

Kasat Reskrim Polres Tanah Datar Terus Bergerak, Kasus Pencurian Berbulan-bulan Akhirnya Terungkap

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:31

Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:17

UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:52

Dugaan “Rp250 Juta Hilang, Klinik Tak Ada — DR. ESTER Dan NICKY Tipu DH Dan Cemari Nama Baik , Dilanjutkan Hingga IDI”

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:35

Dugaan “Penipuan Raksasa: DR. ESTER DAN NICKY TIPU 250 JUTA — KERJA FIKTIF, BARANG TAK ADA, UANG SUDAH DIAMBIL”

Berita Terbaru

Kabupaten Bone Bolango

Ichsan Wantogia Tekankan Kesiapan OPD Hadapi Pengawasan Pemerintahan

Selasa, 13 Okt 2026 - 21:46