Tragis! Pelajar 16 Tahun Tewas Usai Perkelahian di Kamar Mandi Sekolah

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SRAGEN – Jateng ||garudapost.id

Sebuah peristiwa tragis terjadi di sebuah SMP negeri di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Seorang pelajar berusia 16 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terlibat perkelahian dengan teman satu sekolahnya, Selasa (7/4/2026).

Korban yang diidentifikasi sebagai WAP (16) sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Sumberlawang sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen. Namun, nyawanya tidak tertolong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala sekolah setempat, Agung Jadmiko, terlihat mendampingi proses penanganan kasus di Instalasi Forensik RSSP bersama seorang guru. Mereka menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Identifikasi Satreskrim Polres Sragen.

Proses penyelidikan terus berjalan. Tim yang dipimpin Kasatreskrim AKP Catur Agus Yudo Praseno menggelar koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari sekolah, keluarga korban, hingga UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sragen. Rapat dilakukan di ruang jaga kamar jenazah sambil menunggu hasil autopsi.

Agung Jadmiko mengungkapkan dirinya baru tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB setelah sebelumnya berada di SMPN Mondokan, tempat ia menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt). Saat ia tiba, korban sudah dibawa ke puskesmas.

Insiden bermula sekitar pukul 11.30 WIB di kamar mandi sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Baik korban maupun terduga pelaku diketahui sama-sama meminta izin kepada guru untuk keluar kelas.

“Peristiwa ini bukan saat jam istirahat, tetapi saat pelajaran berlangsung. Mereka tidak janjian sebelumnya. Kemungkinan hanya kebetulan bertemu di kamar mandi, lalu terjadi cekcok yang berujung perkelahian,” ujarnya.

Menurut Agung, tidak ada catatan konflik sebelumnya antara kedua siswa. Pihak sekolah biasanya akan memanggil orang tua jika terjadi permasalahan antar siswa.

Sementara itu, orang tua korban, M (43), mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Ia menyebut anaknya merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Ia mengaku tidak mengetahui secara detail kronologi kejadian karena baru mendapat kabar saat anaknya sudah berada di puskesmas.

“Saya tahunya sudah di puskesmas, dan anak saya sudah meninggal. Saya tidak terima dan ingin kasus ini diproses secara hukum,” tegasnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban melalui pemeriksaan forensik serta keterangan para saksi. Terduga pelaku juga telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut

Facebook Comments Box

Penulis : Aan.

Editor : Red jateng

Berita Terkait

Minggon Perdana Camat Baru Pakisjaya, Ferry Muharam Serap Aspirasi Petani Terdampak Kekeringan
Rapat Minggon Desa Karyasari Bahas Banjir hingga Stunting 29 Anak Tercatat dan Publik Disiapkan 
Dorong Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan Warga Binaan Rutan Pemalang Panen Ikan Lele
Dari Balik Jeruji Menuju Kemandirian,Warga Binaan Rutan Pemalang Tekuni Budidaya ikan Lele
Diduga Gunakan Material Campur Tanah, Proyek Oplah Rp194 Juta di Kepahiang Disorot Tim Media.
Cegah Dampak Asap Karhutlah,Rutan Majene Bagikan Masker Kepada Warga Binaan Sebagai Langkah Perlindungan Kesehatan
Dari Kandang ke Pasar, Lapas Kendal Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lewat Peternakan Ayam Petelur
Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:22

Minggon Perdana Camat Baru Pakisjaya, Ferry Muharam Serap Aspirasi Petani Terdampak Kekeringan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:03

Rapat Minggon Desa Karyasari Bahas Banjir hingga Stunting 29 Anak Tercatat dan Publik Disiapkan 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:19

Dari Balik Jeruji Menuju Kemandirian,Warga Binaan Rutan Pemalang Tekuni Budidaya ikan Lele

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:22

Diduga Gunakan Material Campur Tanah, Proyek Oplah Rp194 Juta di Kepahiang Disorot Tim Media.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:21

Cegah Dampak Asap Karhutlah,Rutan Majene Bagikan Masker Kepada Warga Binaan Sebagai Langkah Perlindungan Kesehatan

Berita Terbaru