Karawang|GarudaPost.id – Tragedi memilukan terjadi di kawasan Perumahan Puri Raya Residence, Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Selasa (14/7/2026) siang. Tiga anak yang sedang berenang di sebuah kolam dilaporkan tenggelam. Dua di antaranya meninggal dunia, sementara satu korban berhasil diselamatkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.50 WIB. Saat itu, tiga anak tengah berenang di kolam, sedangkan dua teman lainnya berada di daratan.
Seorang saksi, Ari Stevanus, yang menerima informasi dari warga, segera berlari menuju lokasi dan bersama warga lainnya melakukan upaya penyelamatan. Korban perempuan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Namun, berdasarkan keterangan teman-teman korban, masih ada dua anak laki-laki yang belum muncul ke permukaan air. Warga kemudian melakukan pencarian dengan menyelam ke dasar kolam. Tidak lama kemudian, kedua korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Meski sempat mendapat pertolongan, keduanya dinyatakan meninggal dunia.
Dua korban meninggal dunia diketahui berinisial R.D.P. (7), warga Perumahan Puri Raya Residence Blok D1 No. 6, dan A.E.S. (5), warga Perumahan Puri Raya Residence Blok C3 No. 14. Sementara korban yang selamat adalah A.N.P. (8), warga Perumahan Puri Raya Residence Blok C8 No. 12A. Ketiga korban merupakan penghuni Perumahan Puri Raya Residence, wilayah administrasi Desa Bengle, Kecamatan Majalaya.
Usai menerima laporan, petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Karawang, Polsek Majalaya, Tim Inafis Polres Karawang, Danpos Ramil Majalaya, Muspika Kecamatan Majalaya, aparatur Desa Bengle dan Desa Pasirjengkol, serta warga setempat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan asesmen.
BPBD Kabupaten Karawang memastikan seluruh korban telah ditemukan sehingga operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain atau berenang di lokasi yang memiliki potensi bahaya, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Penulis : (Suganda)
Editor : Redaksi

















