Garudapost.id-Langgur/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini dibuktikan melalui kesuksesan Warga Binaan Pemasyarakatan dalam mengeksekusi panen 23 kg sayur bayam di area lahan asimilasi Lapas, Kamis (13/08).
Program pertanian yang dikelola oleh Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja) ini memanfaatkan lahan produktif di dalam lingkungan Lapas. Lewat perawatan rutin, sayur bayam berhasil tumbuh subur dengan kualitas bebas pestisida kimia.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan (Binadik) Lapas Tual, Iswan Ternate, menjelaskan bahwa program agribisnis ini dirancang bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, melainkan instrumen pembinaan mental. “Melalui aktivitas bertani ini, Warga Binaan belajar tentang proses, kedisiplinan, dan tanggung jawab kerja. Kami fokus membekali mereka dengan keterampilan mandiri bernilai ekonomis agar memiliki bekal yang kuat dan positif saat bebas nanti,” tutur Iswan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Tual, L. Laitera, menambahkan bahwa hasil panen yang melimpah ini merupakan buah dari teknik budidaya terukur yang dipelajari langsung oleh para Warga Binaan. “Prosesnya didampingi secara teknis dari awal penyemaian, perawatan harian, hingga masa panen hari ini. Seluruh hasil panen sebagian didistribusikan untuk pemenuhan gizi sehat dapur Lapas,” jelas L. Laitera.
Melalui keberhasilan program kemandirian ini, jajaran Lapas Tual berharap dapat terus mengoptimalkan lahan asimilasi guna melahirkan sumber daya manusia terampil serta mendukung ketersediaan pangan sehat lokal.



















