Garudapost.id-Saumlaki/Sebagai wujud komitmen terhadap akuntabilitas, transparansi, dan peningkatan kinerja organisasi, Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Saumlaki, Martina Solilit, menyerahkan Laporan Capaian Program 100 Hari Kerja kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, Selasa (03/08).
Penyerahan laporan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan program kerja sekaligus implementasi arahan pimpinan dalam mendorong budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Laporan ini memuat berbagai capaian strategis Bapas Kelas II Saumlaki selama 100 hari kerja sebagai bahan evaluasi dan penguatan kinerja organisasi.
Dalam laporan tersebut, Kabapas Saumlaki menyampaikan sejumlah capaian, di antaranya optimalisasi pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan klien pemasyarakatan, pendampingan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), penguatan sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta berbagai inovasi yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan.
Kabapas, menyampaikan bahwa penyusunan dan penyerahan laporan 100 hari kerja merupakan bentuk komitmen jajaran Bapas Saumlaki dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta memastikan setiap program terlaksana secara efektif, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Laporan 100 hari kerja ini menjadi wujud akuntabilitas kami kepada pimpinan sekaligus sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah dijalankan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan melalui inovasi, kolaborasi, dan peningkatan profesionalisme seluruh jajaran,” ujar Kabapas.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi komitmen Bapas Kelas II Saumlaki dalam menyusun dan menyampaikan laporan kinerja secara tepat waktu. Menurutnya, laporan tersebut menjadi instrumen penting dalam mengukur capaian program, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan langkah strategis untuk peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan di wilayah Maluku.
Penyerahan laporan 100 hari kerja ini diharapkan semakin memperkuat budaya kerja yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil di lingkungan Bapas Kelas II Saumlaki, sekaligus mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang profesional, adaptif, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

















