Modus Janji Dinikahi, Oknum Guru PPPK di Cibuaya Diduga Cabuli Siswinya Sendiri

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG, GarudaPost.id – Seorang oknum guru berstatus PPPK di salah satu SMA di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap siswinya sendiri dengan modus janji akan menikahi korban.

 

Kasus ini kini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Karawang, Karina Nur Regina, mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Satgas PPA serta kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Informasi terakhir sudah dilakukan mediasi yang dihadiri pihak kecamatan dan keluarga korban. Kabarnya ada permintaan agar pelaku diberhentikan sebagai guru,” ujar Regina, Senin (13/4/2026).

 

Menurutnya, pelaku tidak hanya berprofesi sebagai guru, tetapi juga diketahui menjabat sebagai ketua organisasi kepemudaan di wilayahnya.

 

Modus yang digunakan pelaku diduga berupa bujuk rayu dengan iming-iming akan menikahi korban. Bahkan, berdasarkan informasi dari Satgas PPA, terdapat indikasi bahwa pelaku tidak hanya berhubungan dengan satu korban.

 

“Menurut informasi dari Satgas, kemungkinan ada korban lain sebelumnya yang juga berstatus pelajar,” ungkapnya.

 

Sebagian dugaan tindakan kekerasan tersebut disebut terjadi di sebuah hotel. Namun, detail lebih lanjut masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.

Ironisnya, pelaku diketahui telah memiliki istri dan seorang anak.

 

Sementara itu, kondisi korban saat ini mulai membaik dan sudah dapat diajak berkomunikasi, meskipun masih mengalami trauma. Korban kini berada dalam perlindungan keluarga.

 

UPTD PPA Karawang memastikan akan terus memberikan pendampingan, baik secara psikologis maupun dukungan lainnya bagi korban dan keluarga.

 

“Korban sudah bisa diajak bicara dan saat ini dalam perlindungan keluarga. Kami akan terus mendampingi melalui Satgas maupun UPTD PPA,” jelas Regina.

 

Ia pun berharap pelaku dapat dijatuhi hukuman maksimal sesuai ketentuan hukum yang berlaku, mengingat posisi pelaku sebagai orang dewasa yang memiliki kedekatan dengan korban.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (13/4/2026) belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis : ( Suganda )

Berita Terkait

Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia
60% Sekolah Dikunjungi Bermasalah Administrasi, Kadisdis Tanah Datar Ungkap Kendala Dana BOSP
TOHA — TULUS, OPTIMIS, HARMONIS, AMANAH: SIAP WUJUDKAN DESA AMANSARI MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA PERIODE 2026-2034
Razia Lalu Lintas Atau Kejar Setoran? Ketika Negosiasi Dan ANGKA RATUSAN RIBU MENJADI PERTANYAAN PUBLIK
KPM di Limau Gadang Mengaku Takut dan Bingung, Dugaan Persoalan Bansos PKH hingga Ancaman Penghapusan Berita Jadi Sorotan
Balai Karantina Maluku Sambut Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI, Perkuat Sinergi Pengawasan Satwa Komisi IV DPR RI Dalam Rangka Satwa Liar
Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:02

Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:26

60% Sekolah Dikunjungi Bermasalah Administrasi, Kadisdis Tanah Datar Ungkap Kendala Dana BOSP

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:44

TOHA — TULUS, OPTIMIS, HARMONIS, AMANAH: SIAP WUJUDKAN DESA AMANSARI MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA PERIODE 2026-2034

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40

Razia Lalu Lintas Atau Kejar Setoran? Ketika Negosiasi Dan ANGKA RATUSAN RIBU MENJADI PERTANYAAN PUBLIK

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:32

KPM di Limau Gadang Mengaku Takut dan Bingung, Dugaan Persoalan Bansos PKH hingga Ancaman Penghapusan Berita Jadi Sorotan

Berita Terbaru