Garudapost.id-Langgur/Citra kaku Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual kini semakin bergeser menjadi pusat kemandirian yang produktif. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya antusiasme masyarakat Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara terhadap layanan cuci kendaraan steam yang dikelola melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Tual, Jumat (24/04).
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyampaikan bahwa keberhasilan unit cuci steam ini merupakan bukti nyata efektivitas program pembinaan kemandirian.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada publik. Masyarakat tidak perlu ragu, karena meskipun dikerjakan oleh warga binaan, standar kualitasnya sangat kami jaga. Ini adalah cara kami mengenalkan hasil pembinaan kepada dunia luar sekaligus meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelas Nurchalis.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Tual, L. Laitera, menjelaskan bahwa teknis pengerjaan diawasi secara ketat guna menjaga kepercayaan pelanggan.
“Kami memastikan setiap proses, mulai dari pembersihan sasis hingga pengeringan, dilakukan secara detail. Selain keterampilan teknis, para warga binaan juga dibekali etika pelayanan yang baik agar pelanggan merasa dihargai. Saat ini permintaan memang cukup tinggi, terutama pada akhir pekan,” ujarnya.
Kepuasan tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang menjadi pelanggan setia. Bapak Ridwan, salah satu warga Kota Tual yang sedang menunggu mobilnya selesai dicuci, memberikan apresiasi atas layanan ini.
“Awalnya saya hanya coba-coba karena harganya sangat terjangkau, cuma Rp40.000 untuk mobil. Tapi hasilnya luar biasa bersih, bahkan lebih teliti dibanding tempat cuci umum lainnya. Petugasnya juga ramah-ramah, jadi saya merasa nyaman langganan di sini,” ungkap Ridwan.
Layanan cuci steam SAE Lapas Tual ini ditawarkan dengan tarif yang sangat kompetitif, yakni mulai dari Rp20.000 untuk sepeda motor dan Rp40.000 untuk mobil. Melalui program ini, diharapkan warga binaan memiliki modal keterampilan yang konkret untuk kembali berkontribusi positif saat bebas nanti.












