Garudapost.id-Jakarta/Kepala BPOM Taruna Ikrar melantik dan mengambil sumpah/janji 213 pegawai untuk memangku jabatan fungsional (JF) yang dilaksanakan di Aula Gedung Bhinneka Tunggal Ika (BTI), Senin, 27/04/2026. Para pejabat fungsional tersebut terdiri dari 1 pejabat fungsional ahli utama, 63 pejabat fungsional dari perpindahan jabatan. Kepala BPOM juga sekaligus melantik 149 pejabat fungsional yang merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun Anggaran (TA) 2025 Tahap I sejumlah 86 orang dan Tahap II sejumlah 63 orang. Jabatan fungsional (JF) merupakan sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.
“Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat fungsional ini bukan sekedar seremoni, tetapi amanah besar yang dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jabatan fungsional adalah mandat profesional yang menuntut keahlian, integritas, dan tanggung jawab tinggi,” ujar Taruna Ikrar.
BPOM berada di garis depan dalam mendukung agenda strategis pemerintah. Pejabat fungsional memegang peran vital sebagai tulang punggung organisasi dan penentu kualitas kebijakan serta efektivitas pengawasan. Pelantikan ini merupakan suatu langkah penguatan kapasitas kelembagaan sekaligus upaya percepatan pembangunan nasional.
Pemerintah menekankan beberapa agenda strategis antara lain penguatan ketahanan kesehatan, akselerasi hilirisasi industri, transformasi digital, perlindungan masyarakat melalui pengawasan berbasis risiko serta pembangunan sumber daya manusia unggul. Dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks, Taruna Ikrar berpesan, “Tidak hanya bekerja rutin, tetapi harus berpikir sistemik, bertindak strategis, dan berorientasi masa depan”.
Pada pelantikan kali ini, BPOM untuk pertama kalinya melantik Analis Kebijakan Ahli Utama yang pertama, Dr. Fadjar Aju Tofiana dari Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan. Jabatan Fungsional Ahli Utama merupakan level tertinggi profesi.
“Struktural dan fungsional sama derajatnya, sama fungsinya, pelantikannya sama sampai surat keputusannya juga sama. Saya berpesan untuk menjalankan dengan baik apa yg menjadi sumpah jabatan saudara,” pesan Taruna Ikrar.
Pejabat fungsional ahli utama diharapkan menjadi role model/teladan dalam integritas, kualitas analisis dan profesionalisme. Kepala BPOM juga mengharapkan agar jabatan tinggi ini merperan aktif dalam capacity multiplier dengan membina, membimbing, dan meningkatkan kualitas pejabat fungsional di bawahnya. Di sisi yang lain, Kepala BPOM memandang kelompok jabatan fungsional sangat penting dari segi jumlah, karena yang mau dilayani sangat besar di tengah geliat dan penambahan peran dan wewenang BPOM.
“Fungsional ujung tombak sangat penting di organisasi ini. Bekerja bukan hanya untuk karier, tetapi sebagai pengabdian yang berdampak pada keselamatan masyarakat. Harus terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memanfaatkan teknologi digital dalam pengawasan. Untuk itu, mari bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga integritas, terus berinovasi dan memberikan dampak nyata demi mewujudkan BPOM yang adaptif, kredibel, dan berkelas dunia,” tutur Kepala BPOM.
Selain pegawai negeri sipill, BPOM juga diperkuat oleh 1.036 PPPK. PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan. Saat ini, PPPK BPOM TA 2025 Tahap I dan Tahap II menempati 10 JF, yaitu Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama, Analis Hukum Ahli Pertama, Arsiparis Ahli Pertama, Arsiparis Terampil, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Pertama, Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama, Perencana Ahli Pertama, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Pertama, dan Pranata Komputer Ahli Pertama.
“Kami berharap sebagaimana sumpah jabatan tadi, mari kita melaksanakan dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab dengan penuh kesetiakawanan serta dengan komitmen yang tinggi, insya Allah, Tuhan Yang Maha Esa akan bersama kita menjalani tugas ini dalam mengayomi rakyat Indonesia secara keseluruhan,“ harap Kepala BPOM.



















