Mahasiswa Soroti Kinerja Pansus DPRD Paniai, Tuntut Transparansi dan Kejelasan Sikap

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANOKWARI, Garudapost.id – Aktivis mahasiswa UNIPA, Theofilus Richard Yogi, mempertanyakan kinerja Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Paniai yang dinilai belum menunjukkan transparansi dan kejelasan dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat, dalam keterangannya di Amban, Manokwari, Selasa (28/04/2026).

Aspirasi tersebut sebelumnya telah disampaikan secara terbuka di depan Kantor DPRD Kabupaten Paniai, yang memuat penolakan terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) serta aktivitas perusahaan (PT), baik legal maupun ilegal, yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat hukum adat di Paniai.

Menurut Theofilus, hingga saat ini belum terlihat adanya penjelasan resmi maupun langkah konkret dari Pansus terkait perkembangan dan tindak lanjut atas tuntutan tersebut. Kondisi ini dinilai menimbulkan keresahan sekaligus pertanyaan publik mengenai komitmen Pansus dalam menjalankan mandatnya.

Ketidakjelasan informasi ini berpotensi melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap DPRD sebagai representasi rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap badan publik, termasuk DPRD, wajib memberikan akses informasi secara transparan, jujur, dan tidak diskriminatif kepada masyarakat.

Selain itu, dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa DPRD memiliki fungsi pengawasan yang harus dijalankan secara akuntabel dan bertanggung jawab kepada publik.

Lebih lanjut, ia juga merujuk pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjamin kedaulatan berada di tangan rakyat serta memberikan hak kepada setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

Dalam pandangan mahasiswa, kritik yang disampaikan merupakan bagian dari hak konstitusional sekaligus bentuk kepedulian terhadap proses demokrasi, bukan serangan terhadap individu atau pihak tertentu.

Ia menilai, Pansus seharusnya menjadi ruang kerja yang terbuka, akuntabel, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat, bukan terkesan tertutup dan sulit diakses informasinya.

Atas dasar itu, mahasiswa mendesak Ketua Pansus DPRD Kabupaten Paniai untuk segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik mengenai perkembangan dan hasil kerja Pansus, serta memastikan seluruh proses berjalan secara transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut adanya kejelasan sikap DPRD terhadap penolakan DOB dan aktivitas perusahaan yang dinilai merugikan masyarakat.

Adapun tiga poin tuntutan yang disampaikan, yakni:

  1. Ketua Pansus DPRD Kabupaten Paniai diminta memberikan penjelasan terbuka kepada publik;
  2. DPRD Kabupaten Paniai menjalankan prinsip keterbukaan informasi sesuai peraturan perundang-undangan;
  3. Adanya kejelasan sikap terhadap tuntutan penolakan DOB dan aktivitas perusahaan.

Theofilus Richard Yogi, berharap DPRD Kabupaten Paniai dapat menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta membuka ruang dialog yang jujur dan terbuka demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat Paniai.

Theofilus menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial yang dijamin oleh hukum dalam sistem demokrasi.[*]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mahasiswa UNIPA Angkat Noken sebagai Sumber Ekonomi Mama-Mama Papua.
Konferensi Perdana PGBP Papua Barat Digelar di Manokwari, Fokus Penguatan Pelayanan dan Regenerasi Kepemimpinan
Dukungan Menguat untuk Figur Calon Ketua KONI Papua Barat, Fransiskus Tanuardus Siap Berkontribusi.
Sat Binmas Polres Teluk Bintuni Gelar Pembelajaran TIK bagi Siswa PKBM Kasih Rumbai Koteka
Sejumlah Cabor Temui Gubernur Papua Barat, Septer Dimara, Tujuan Utama Dorong Percepatan Musprov KONI.
Peringati Hari Kartini, Polwan Polda Papua Barat Bagikan 100 Tas Sekolah di Manokwari
UNIPA Gelar Tes UTBK Target 3000 Mahasiswa Diterima
IMP Manokwari Desak Investigasi Dugaan Penembakan Warga Sipil di Puncak

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 20:58

Mahasiswa Soroti Kinerja Pansus DPRD Paniai, Tuntut Transparansi dan Kejelasan Sikap

Jumat, 24 April 2026 - 22:35

Konferensi Perdana PGBP Papua Barat Digelar di Manokwari, Fokus Penguatan Pelayanan dan Regenerasi Kepemimpinan

Jumat, 24 April 2026 - 19:55

Dukungan Menguat untuk Figur Calon Ketua KONI Papua Barat, Fransiskus Tanuardus Siap Berkontribusi.

Kamis, 23 April 2026 - 20:03

Sat Binmas Polres Teluk Bintuni Gelar Pembelajaran TIK bagi Siswa PKBM Kasih Rumbai Koteka

Kamis, 23 April 2026 - 00:00

Sejumlah Cabor Temui Gubernur Papua Barat, Septer Dimara, Tujuan Utama Dorong Percepatan Musprov KONI.

Berita Terbaru