Garudapost.id – BONE BOLANGO – Upaya membangun generasi literat terus didorong Pemerintah Kabupaten Bone Bolango melalui berbagai pendekatan kreatif. Salah satunya lewat lomba bertutur yang kini menjadi ruang ekspresi sekaligus pembentukan karakter bagi anak-anak usia sekolah dasar.
Kegiatan yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk menumbuhkan minat baca, melatih kemampuan berbahasa, serta mengasah keberanian tampil di depan publik.
Lomba bertutur menghadirkan suasana berbeda dalam dunia literasi. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga menghidupkan kembali cerita melalui ekspresi, intonasi, dan penghayatan. Dari sini, kreativitas dan imajinasi mereka berkembang secara alami.
Wakil Bupati Bone Bolango, Risman Tolingguhu, menilai kegiatan ini memiliki peran strategis dalam membangun kemampuan berbahasa anak sejak dini. Menurutnya, bertutur bukan hanya soal berbicara, tetapi juga kemampuan memahami dan menyampaikan gagasan dengan baik.
Lebih jauh, lomba ini juga menjadi sarana efektif dalam meningkatkan minat baca sekaligus menanamkan kecintaan terhadap karya budaya bangsa, khususnya cerita rakyat yang sarat nilai moral dan kearifan lokal.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bone Bolango menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menjadi duta literasi di lingkungan sekitarnya.
Melalui panggung bertutur, anak-anak dilatih untuk percaya diri, berani tampil, serta mampu menyampaikan cerita dengan penuh ekspresi. Bahkan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang dapat bersaing hingga tingkat nasional.
Di tengah tantangan era digital yang kerap menjauhkan anak dari buku, lomba bertutur menjadi pendekatan segar dalam menghidupkan kembali budaya literasi. Tidak lagi sekadar membaca dalam diam, tetapi menjadikan cerita sebagai pengalaman yang hidup dan menyenangkan.
Dengan semangat tersebut, Bone Bolango menegaskan komitmennya: literasi bukan hanya program, tetapi gerakan bersama untuk mencetak generasi cerdas, kreatif, dan berkarakter. (Rahmat)



















