Aset Daerah Jadi terbengkalai sejak tahun 2007 dan di peuhi Karat: Nestapa Kilang Minyak Kelapa terletak di Desa Bintalahe kecamatan Kabil Bone yang Terlupakan

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.ID|| BONE BOLANGO – jumat 24 April 2026 Kabut kusam menyelimuti harapan industrialisasi di pesisir Kabupaten Bone Bolango. Fasilitas kilang minyak kelapa yang berdiri gagah di Desa Bintalahe, Kecamatan Kabila Bone, kini tak lebih dari sekadar saksi bisu kemunduran tata kelola aset daerah.
​Bangunan yang

diproyeksikan menjadi pilar ekonomi kerakyatan tersebut terpantau dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sejak berhenti beroperasi pada tahun 2007, gedung yang masih berdiri kokoh ini seolah dibiarkan menua dalam kesunyian, dikepung semak belukar dan karat yang menggerogoti setiap sudutnya.

​Investigasi Lapangan: Dari Aroma Kopra ke Bau Apek
​Berdasarkan investigasi langsung di lapangan pada Jumat (24/4), aroma produktivitas yang seharusnya tercium dari olahan kopra kini telah berganti dengan bau apek dari bangunan yang lembap dan tak terurus. Fasilitas yang semestinya menjadi motor

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

penggerak ekonomi bagi petani kelapa lokal ini justru berubah menjadi “gedung tua” yang nyaris terlupakan.
​Kondisi teknis di dalam kilang menunjukkan tingkat kerusakan yang mengkhawatirkan. Mesin-mesin produksi yang dibeli dengan investasi besar kini menyerah pada alam. Beberapa temuan krusial di lokasi meliputi:

​Oksidasi Massal: Sebagian besar struktur logam, mulai dari tangki penampung hingga mesin pemroses, telah mengalami korosi berat. Lapisan karat tebal menutupi komponen vital akibat paparan udara laut tanpa adanya perawatan rutin.

​Degradasi Bangunan: Plafon yang mulai jebol dan lantai yang tertutup kotoran hewan menandakan bangunan ini telah bertahun-tahun tidak tersentuh tangan manusia.
​Risiko Penyusutan Aset: Tanpa penjagaan ketat, aset berharga di dalamnya berisiko mengalami kerugian total (total loss).
​Seorang warga setempat yang sering melintas di jalur tersebut

mengungkapkan kekecewaannya. “Dulu kami berharap kilang ini bisa menampung hasil panen kami. Sekarang, dari luar saja sudah merah karena karat. Seperti bangunan mati,” keluhnya.
​Ironi di Tengah Melimpahnya Bahan Baku
​Terbengkalainya kilang ini menjadi ironi besar bagi Bone Bolango. Sebagai daerah dengan potensi perkebunan kelapa yang luas, hilirisasi melalui pabrik pengolahan seharusnya menjadi solusi atas fluktuasi harga kopra di tingkat petani.

​Revitalisasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan sebelum mesin-mesin tersebut benar-benar menjadi besi tua yang tidak bisa diperbaiki lagi (irreparable).

​Menanti Transparansi Pemerintah
​Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait mengenai alasan di balik mandeknya operasional kilang Bintalahe. Ketidakjelasan status pengelolaan—apakah terkendala masalah teknis, manajerial, atau anggaran—memicu spekulasi di tengah masyarakat.

​Jika pemerintah daerah terus membiarkan aset ini membusuk, kerugian yang diderita bukan hanya soal nilai materiil bangunan, melainkan juga hilangnya peluang lapangan kerja dan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir Bone Bolango.

​Penulis: Zulkipli Uno
Narsum: Candra Hulopi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kadis Koperasi Jayawijaya Dorong Kelompok Usaha Kembangkan Kopi dan Labu Sian
Puluhan Jamaah Masjid Khoirul Huda Khusyuk Salat Jumat dan Simak Khotbah tentang Maulid Nabi
50 Pelaku UMKM Cibuaya, Pedes & Tirtajaya Antusias Ikuti Mentorship UMKM 2026
Bupati Majalengka Dampingi Dandim Resmikan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Talaga
BUPATI KARAWANG ANCAM PECAT OKNUM SEKOLAH YANG PUNGUT BIAYA MODUL LKS SD-SMP
Polantas Menyapa, Samsat Kota Bekasi Edukasi Tertib Lalu Lintas dan Salurkan Bantuan Sembako untuk Pengemudi Ojol
Panen Raya Jagung Kelompok Tani Apalek di Hubikiak, Pemkab Jayawijaya Dorong Penguatan Ketahanan Pangan
Pemecatan Secara Sepihak: Nasib Tujuh Karyawan SPBU 34.45407 Dawuan yang Menjadi Sorotan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:30

Kadis Koperasi Jayawijaya Dorong Kelompok Usaha Kembangkan Kopi dan Labu Sian

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:49

Puluhan Jamaah Masjid Khoirul Huda Khusyuk Salat Jumat dan Simak Khotbah tentang Maulid Nabi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:36

50 Pelaku UMKM Cibuaya, Pedes & Tirtajaya Antusias Ikuti Mentorship UMKM 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:40

Bupati Majalengka Dampingi Dandim Resmikan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Talaga

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:17

BUPATI KARAWANG ANCAM PECAT OKNUM SEKOLAH YANG PUNGUT BIAYA MODUL LKS SD-SMP

Berita Terbaru